Minggu, 07 Juli 2013

CARA MENYIKAPI PERBEDAAN PENENTUAN AWAL RAMADHAN


Kapan 1 Ramadhan?
Menurut metode hishab telah lama dipastikan jatuh pada hari Selasa, 9 Juli 2013 (untuk tahun 2014: Sabtu, 28 Juni 2014).
Menurut metode rukyat harus melihat bulan pada malam sebelumnya, tetapi dengan hasil perhitungan hishab menunjukkan bahwa bulan belum bisa dilihat pada malam tersebut (walaupun hakikatnya sudah ijtimak), sehingga 1 Ramadhan jatuh pada hari Rabu, 10 Juli 2013 (untuk tahun 2014: Ahad, 29 Juni 2014).
Perkara ini termasuk perkara fiqh yang memang memberikan ruang ijtihad yang berbeda. Namun, kuncinya dalam ijtihad adalah 1 pahala atau 2 pahala (bukan pahala atau dosa, red) selama memiliki landasan dan kaidah yang dapat diterima.

Amat prihatin kala kita membaca tulisan-tulisan da’wah maupun lisan-lisan sebagian pihak yang mempermasalahkan hal ini sampai timbul cacian, hinaan, pertentangan, maupun kata-kata dan tulisan yang menyakitkan kesatuan umat muslim. Bahkan menimbulkan permusuhan dan merasa surga serasa miliknya atau milik kelompoknya. Sungguh hal ini merupakan kepayahan umat akhir zaman.

Mereka yang dengan kuat menyalahkan yang lain lazim justru menunjukkan kekurangfahamannya meskipun ia seorang yang berilmu. Mereka yang meyakini apa yang diyakininya namun tidak menyalahkan yang lain karena masih dalam satu kaidah, bahkan menghormatinya menunjukkan kefahamannya serta tingkat keilmuannya, sebagaimana para ulama besar terdahulu yang sering kali berbeda tapi enggan menonjolkan keangkuhan.
                                                                       
Sebelum itu, ada baiknya mari kita coba simak perbedaan dasar/dalil sebagai “alat pengambilan hukum” masing-masing pendapat yang kami ketahui:

METODE RUKYATUL HILAL:
1.      Rukyat adalah melihat hilal (bulan sabit) ketika matahari terbenam tanggal 29 bulan Qamariyah, Seandainya hilal berhasil dilihat, maka sejak matahari terbenam tersebut sudah terhitung bulan baru, jika tidak terlihat, maka malam itu dan keesokan harinya masih merupakan bulan yang sedang berlanjut dalam arti bulan adalah 30 hari. Keberhasilan rukyatul hilal tergantung pada situasi cuaca, ketelitian mata si perukyat, akurasi teropong/teleskop. Namun demikian, tidak selamanya hilal dapat terlihat. Jika selang waktu antara ijtimak dengan terbenamnya matahari terlalu pendek.
2.      Metode panafsiran tekstual/letterlek (mengambil hukum apa adanya sesuai bunyi lafal dari nash/dalil):
Al Baqarah; 2:185. … “faman syahida minkumussyahra falyashumhu” (Karena itu, barang siapa di antara kamu melihat bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu)

Dan hadits shahih yang intinya berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal).

Rasulullah saw. bersabda: “Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Ramadan), maka hendaklah engkau memulai puasa. Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Syawal), maka hendaklah engkau berhenti puasa. Dan apabila tertutup awan, maka hendaklah engkau berpuasa selama 30 hari.” (H.R. Muslim - shahih)



METODE HISHAB:
1.      Istilah hishab bersumber dari bahasa Arab yang berarti perhitungan. Sedangkan dalam Ilmu Falak, hishab itu ialah perhitungan pergeseran benda-benda langit untuk mengetahui kedudukan pada suatu saat yang diinginkan.
2.      Dengan metode ini mereka juga berpendapat memungkinkan untuk menyatukan umat Islam.
3.      Metode panafsiran kontekstual (mengambil hukum berdasarkan maksud yang terkandung dari nash/dalil yang dihubungkan dengan dalil/nash yang lain)
4.      Nabi Muhammad Saw bersabda, “Sesungguhnya kami ini segolongan umat yang ummi, kami tidak pandai menulis dan tidak bisa menghitung, sebulan itu ada yang begini dan begini (nabi berisyarat dengan menggunakan tangannya)”, yaitu kadang-kadang 29 hari dan kadang-kadang 30 hari.” (HR. Bukhari, Muslim dan lain-lain). Hadits tersebut memberi isyarat bahwa rukyatul hilal adalah cara yang mungkin pada masa Nabi, sedangkan ilmu hishab belum dikenal seiring dengan kemajuan zaman.
5.      Bersumber pada banyak ayat yang dihubungkan:
Al Baqarah; 2:185. … “faman syahida minkumussyahra falyashumhu” (sebagaimana seperti terjemah pada banyak Al-Quran terjemah yang artinya “Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir/membuktikan di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”)
*Karena ayat tersebut jelas menyatakan syahr, bukan qomar maupun hilal. Karena syahr adalah bermakna bulan bagian dari tahun, bukan bulan benda yang ada di langit (qomar).

Dengan demikian , dasar utama Al-Quran belum menyatakan hilal. Adapun melihat hilal baru muncul di hadits, sementara hadits merupakan salah satu penjelas Al-Quran. Adapun penjelas Al-Quran dengan Al-Quran memiliki kedudukan yang lebih kuat. Misalnya pada ayat-ayat berikut:

Al-An’aam
6:96. Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk PERHITUNGAN. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”

Yunus
10:5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, SUPAYA KAMU MENGETAHUI BILANGAN TAHUN DAN PERHITUNGAN (WAKTU). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

Al-Isra’
17:12. Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan SUPAYA KAMU MENGETAHUI BILANGAN TAHUN-TAHUN DAN PERHITUNGAN. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.

Yasin
36:38. dan matahari berjalan di tempat PEREDARANNYA. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
36:39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan MANZILAH-MANZILAH, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
36:40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

Ar-Rahmaan
55:5. Matahari dan bulan (beredar) menurut PERHITUNGAN.
55:17. Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.

Ar-Ra’du
13:2. Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. MASING-MASING BEREDAR HINGGA WAKTU YANG DITENTUKAN. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

Ibrahim
14:33. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang TERUS MENERUS BEREDAR (DALAM ORBITNYA); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.

Ayat lainnya: Al-A’raf 54, An-Nahl 12, Al-Anbiya 33, Luqman 29, Fathir 13, Az-Zumar 5, Al-Ma’arij 40 

Banyak ayat di atas mengandung makna bahwa ruh/makna dasar pada Al-Quran adalah posisi bulan dan matahari sebagai dasar penentuan waktu.

------------------------------------------
Pada kenyataannya, jika kita mempelajari lebih jauh, metode rukyat memiliki beberapa metode yang hasilnya akan berbeda, begitu juga metode hishab memiliki beberapa metode perhitungan yang hasilnya pun akan berbeda. Juga, metode gabungan rukyat dan hishab pun memiliki kriteria yang berbeda. Adapun positifnya adalah, baik metode rukyat maupun hishab, keduanya terus membaik dalam tingkat akurasinya.            
                                                                                                                               
Akhirnya, kita ketahui bahwa metode rukyat merupakan pendekatan tekstual/bunyi dalil apa adanya, sedangkan metode hishab merupakan pendekatan kontekstual/makna isi yang terkandung. Kedua pendapat ini kuat. Tidak bisa kita katakan salah satu pendapat lemah. Masing-masing memiliki argumen yang kuat. Masing-masing dipegang oleh para ulama besar. Artinya, kita bisa memilih pendapat mana yang lebih kita yakini, tanpa melemahkan apalagi membuat perpecahan. Karena puasa adalah ibadah maghdhah sehingga kita harus berusaha mengembalikannya kepada Allah dan Rasulnya melalui pemahaman yang lebih kita yakini kebenarannya.

An-NIsaa’
4:59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. KEMUDIAN JIKA KAMU BERLAINAN PENDAPAT TENTANG SESUATU, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
*Pengertian ulil amri; amr=permasalahan/perkara, sehingga ulil amri adalah orang yang memegang kekuasaan dalam suatu masalah. Jadi, ulil amri tidak sebatas para ulama dan pemimpin negara, red. Ulil amri yang harus kita ikuti ada banyak, maksudnya dari pemimpin-pemimpin tingkat masyarakat sampai dengan tingkat Negara, dari pemimpin formal maupun non formal.
**Adapun apabila terjadi perbedaan pendapat, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya).

Yang perlu kita pahami adalah, perkara fiqh adalah perkara fleksibel, bukan mutlak. Ijtihad jika benar mendapat dua pahala, jika salah tetap mendapat pahala. Tidak ada dosa.

Telah jelas perbedaan metodologi hishab maupun rukyah --secara aplikatif-- merupakan persoalan furu’iyyat (hukum cabang) yang memang tidak dapat dihindari. Adapun keduanya tetap berpegangan sama bahwa hukum puasa adalah fardhu dan keduanya pun menjalankannya. Dan keduanya pun masih berpedoman bahwa menentukan waktu berdasarkan bulan, yang satu dengan melihat, yang satu dengan menghitung/menentukan posisi bulan. Keduanya memiliki semangat/ruh yang sama, sama-sama memperhitungkan bulan (syahr) berdasarkan pergerakan bulan (qomar), dan ini dibenarkan, hanya cara mengetahui posisi qomar nya saja yang berbeda (maka jelas pula metode lain di luar hishab dan rukyat yang tidak mempertimbangkan bulan tidak dapat diterima). Oleh karena itu, keduanya masih dalam satu koridor yang dapat diterima. Maka, satu kesimpulan akhir adalah “Jaga kesatuan dan persaudaraan sesama umat Islam, jangan mudah terpecah belah oleh permasalahan cabang, dan apakah kita harus menunggu Imam Mahdi baru umat Islam bisa bersatu?”

Satu hal renungan terakhir yang perlu kita ketahui,
Bagi yang menganut metode hishab janganlah kalian menyalahkan metode rukyat, karena memang bunyi dalilnya seperti itu. Dan Nabi Muhammad saw. jelas-jelas dalam hadits shahihnya untuk melihat hilal.

Adapun bagi yang menganut metode rukyat janganlah kalian menyalahkan metode hishab, karena bagaimana mungkin Anda yang selalu menjalankan shalat lima waktu, membuat kalender, mengakhiri sahur, bahkan mulai berbuka adalah dengan hasil perhitungan metode hishab, bukan dengan melihat matahari untuk sholat/berbuka.

Adapun yakinilah apa yang menurut Saudara yakini, pilih  sesuai keyakinan masing-masing, ikuti ulil amri yang diikuti, tak perlu ada salah-menyalahkan, dan tetaplah memprioritaskan perintah Allah untuk tetap menjaga persatuan Islam.

Ali-‘Imraan
3:103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.

Wallahua’lam.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sabtu, 16 Maret 2013

GAMBARAN & ANALISA GALAKSI

Lanjutan dari tulisan sebelumnya “GAMBARAN & ANALISA PARTIKEL”, yang begitu bermakna bagi siapa saja yang merenungi ayat ini:

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S. Ali 'Imran: 189-191)

-----------------------------------------
Pada suatu hari ketika shubuh, setelah mengumandangkan adzan di Masjid Madinah, lama Bilal menanti kehadiran untuk shalat berjamaah, namun Rasul belum juga muncul. Karena itu, pergilah Bilal menemuinya, antara perasaan cemas kalau-kalau Rasul yang amat dicintainya jatuh sakit.

Sesudah minta izin kepada Siti ‘Aisyah, Bilal segera menuju ke kamar tidur Rasulullah. Ketika sampai di muka pintu, Bilal melihat ke dalam, kamar yang sederhana tanpa ada kasur tebal seperti kasur kita di sini, tidak ada bantal bersulam yang indah melainkan hanya seonggok rumput kering di sudut, itulah kekayaan Rasul kita, sebagai Pemimpin Dunia yang telah menggerakkan revolusi yang paling berhasil dalam sejarah kemanusiaan selama dunia berkembang.

*(E-book Seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah yang disusun oleh Michael H. Hart menempatkan Nabi Muhammad sebagai orang nomor satu! Bukan Nabi Isa yang dianggap Tuhan oleh agama terbesar di dunia sekarang ini, bukan pula Nabi Musa, dan sangat bukan pula Isaac Newton sebagai Bapak/Master Fisika atau bukan pula si Jenius Albert Einstein)

Didapatinya Nabi saw. sedang duduk di atas sajadah menghadap qiblat, menangis tersedu-sedu. Bertanya Bilal, “Ya Nabiyallah, apakah gerangan yang menyebabkan dikau menangis? Padahal kalau ada juapun kesalahanmu, baik dahulu ataupun nanti, akan diampuni oleh Allah”.

Kemudian Rasulullah menjawab, “Wahai Bilal, tengah malam telah datang Jibril membawa wahyu kepadaku dari Allah SWT, demikian bunyinya. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat TANDA-TANDA bagi orang-orang yang berakal, (YAITU) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan MEREKA MEMIKIRKAN TENTANG PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari SIKSA neraka.” (Q.S. Ali 'Imran: 190-191)

Sengsara hai Bilal! Ujar Nabi selanjutnya, bagi orang yang membaca akan ayat ini lalu tidak difikirkannya.
-----------------------------------------

Maka perhatikanlah ini wahai pembaca yang budiman....

Bumi...
Planet seukuran bumi adalah Venus.

Planet yang lebih kecil dari bumi ada 3: Mars, Merkurius, dan Pluto.

Planet yang lebih besar dari bumi ada 4: Neptunus, Uranus, Saturnus, dan Jupiter. Jupiter jauh lebih besar dari Uranus, Uranus jauh lebih besar dari BUMI, sehingga Jupiter jauh jauh sekali besarnya dibanding BUMI!

Matahari berukuran jauh jauh sekali besarnya dibanding Jupiter. Ibaratnya Jupiter adalah kelereng kecil, sedangkan matahari adalah bola basket yang besar. Sehingga ukuran matahari dengan bumi ibaratnya seperti bola basket dengan sebutir pasir kecil!

Matahari merupakan salah satu bintang. Bintang lain misalnya Sirius lebih besar daripada Matahari. Pollux berukuran jauh lebih besar dari Matahari, dan Arcturus berukuran jauh lebih besar daripada Pollux, sehingga Matahari (yang besarnya dibanding BUMI kita tahu sendiri) memiliki ukuran yang jauh jauh sekali lebih kecil daripada Arcturus. Ibaratnya Arcturus seperti bola basket yang besar, maka Matahari hanya sebutir kerikil yang kecil!) Pada kondisi ini, jika digambarkan pada kertas ukuran A4, dengan diameter Arcturus memenuhi kertas, maka matahari terlihat begitu kecil, Jupiter hanya berupa 1 PIXEL!, dan bumi sudah tidak bisa digambarkan lagi karena sangat sangat kecilnya!

Analisa lanjutan:

Hal yang menakjubkan masih akan terus berlanjut... Nah, bintang lain yang lebih besar lagi daripada Arcturus misalnya Rigel, kemudian Aldebaran, dll. Betelgeuse (100.000 kali cahaya Matahari) berukuran jauh lebih besar daripada Aldebaran, dan Betelguese masih kalah telak ukurannya dibanding Antares! Jadi, Antares berukuran jauh jauh sekali besarnya dibanding Arcturus! Ibaratnya Antares seperti bola basket yang besar dan Arcturus hanya seukuran kerikil kecil. Pada kondisi ini, jika digambarkan pada kertas ukuran A4, dengan diameter Antares memenuhi kertas, maka Arcturus terlihat tidak berarti, MATAHARI hampir tidak tampak karena hanya berukuran sekitar 1 PIXEL!, Planet Jupiter pun sudah hilang dari peredaran (sangat kecil sekali sehingga tidak bisa digambar), apalagi BUMI! Lantas kita?!

(disusun berdasarkan penggambaran visual planet dan bintang “The Size Of Our World” dalam situs http://www.rense.com/general72/size.htm, sampai tingkat ini maka “Sun, a star that have mass approximately 333 THOUSAND of Earth, IS THE DOT OF UNIVERSE”)


(ditulis untuk membuka cakrawala dan menguatkan iman dalam rangka membawa perubahan, ‘naik level’, istiqomah, dan lebih memperbanyak dzikir [terutama dzikir usai shalat dan dzikir pagi sore])

Selasa, 26 Februari 2013

GAMBARAN & ANALISA PARTIKEL

Atom adalah partikel yang begitu kecil, diameter atom hanyalah sekitar sepersepuluh sejuta milimeter. Mustahil bagi manusia membayangkan ukuran ini. Oleh karena itu, mari kita coba memahaminya dengan contoh:

Bayangkan Anda memegang sebuah KUNCI. Tidak diragukan lagi, Anda tidak mungkin bisa melihat atom-atom dalam kunci ini. Bila Anda tetap ingin melihatnya, maka Anda harus memperbesar kunci ini menyerupai BUMI. Setelah kunci Anda seukuran bumi, maka setiap atom di dalamnya seukuran BUAH CERI.

Mari kita perhatikan contoh lain lagi agar dapat memahami kekecilan ini, dan bagaimana semua tempat dan semua benda dipenuhi atom:

Katakanlah kita ingin menghitung seluruh atom dalam sebutir GARAM, dan anggaplah bahwa kita dapat menghitung “satu miliar atom per detik”. Meskipun kita sangat cekatan, akan dibutuhkan “lebih dari lima ratus tahun” untuk menghitung jumlah atom di dalam sebutir garam ini.

Jari-jari inti kira-kira seperseratus ribu jari-jari atom. Untuk menyatakannya dalam bentuk angka, jari-jari atom adalah 10-8 (0,00000001) cm, dan jari-jari inti adalah 10-13 (0,0000000000001) cm. Karena itu, volume inti sama dengan satu per seribu triliun volume atom. Sekecil itulah, sehingga bila kita membandingkan diameter inti yang 10-13 cm dan diameter atom yang 10-8 cm, kita sampai pada hasil berikut: jika kita asumsikan bahwa atom itu sebuah bola, dan jika kita ingin memenuhi bulatan ini dengan inti, maka kita akan membutuhkan 1015 (1.000.000.000.000.000) inti untuk mengisinya.

Karena kita tidak dapat membayangkan besarnya (atau tepatnya kecilnya) angka ini, mari kita ambil contoh buah ceri tadi. Mari kita lihat inti di dalam atom yang telah kita bayangkan sebesar buah ceri ketika kunci di tangan Anda sebesar bumi. Bahkan dengan perbesaran skala seperti itu, masih mustahil bagi kita melihat inti. Bila kita benar-benar ingin melihatnya, maka kita harus mengubah kembali skalanya. Ceri yang mewakili atom, harus diperbesar lagi menjadi sebuah BOLA RAKSASA yang berdiameter 200 meter. Bahkan dalam skala yang sukar dipercaya ini pun, inti dari atom tidak lebih besar dari SEBUTIR DEBU.

Aspek lain ‘elektron’: Jauh lebih menakjubkan daripada inti atom; Elektron adalah partikel-partikel kecil, berukuran hampir seperdua-ribu ukuran netron dan proton; jika kita memperbesar atom sebesar BUMI, maka elektron hanya akan sebesar APEL. Subhanallah!

Akan tetapi, ada satu hal yang lebih mengejutkan lagi: walaupun ukuran inti satu per seribu triliun ukuran atom, massa inti mencakup 99,95% massa atom. Bagaimana bisa sesuatu yang menguasai hampir keseluruhan massa, di lain pihak, hampir tidak ada ruang yang ditempatinya?

(Sangat bisa, teori big bang & teori pengembangan alam semesta disinkronisasi dengan ayat Al-Quran bahwa langit dan bumi dahulunya adalah satu, tentu saat itu memiliki rapat massa (massa jenis) yang dahsyat. Sebuah fenomena “BLACK HOLE” pun menjadi bukan hal yang aneh)

Hal ini terjadi karena gaya fundamental paling dahsyat di alam, “gaya nuklir kuat” yang mengalahkan telak gaya tolak-menolak ektromagnetik di dalam inti atom.

Kalau kita membandingkan ukuran atom dan jumlah atom di alam semesta, mustahil untuk mengabaikan bahwa ada keseimbangan dan rancangan luar biasa yang sedang bekerja. Sangat jelas bahwa gaya-gaya fundamental di alam semesta ini telah diciptakan secara khusus dengan pengetahuan dan kekuasaan Mahaluas. Bagi mereka yang tidak mau percaya, hanya bisa menyatakan bahwa semua ini menjadi ada karena "kebetulan" saja. Namun, perhitungan probabilitas secara ilmiah telah menyatakan bahwa keseimbangan di alam semesta terbentuk secara "kebetulan" peluangnya adalah "0". Semua ini adalah bukti yang jelas dari keberadaan Penguasa Semesta dan kesempurnaan ciptaan-Nya.

“Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran.” (QS. Al An'aam, 6:80)

Lanjutan: Garis Batas Keberadaan Fisik: ‘Quark’

Proton dan netron dalam inti terbentuk dari partikel yang lebih kecil lagi yang disebut quark.

Sampai dengan 20 tahun yang lalu, dipercaya bahwa partikel terkecil yang membentuk atom adalah proton dan netron. Namun akhir-akhir ini, ditemukan bahwa ada partikel yang jauh lebih kecil di dalam atom yang membentuk partikel-partikel yang disebutkan di atas.

Penemuan ini memicu perkembangan cabang ilmu fisika yang disebut "fisika partikel" yang menyelidiki "sub-partikel"dalam atom dan pergerakannya. Penelitian fisika partikel mengungkap bahwa proton dan netron yang membentuk atom sebenarnya terbentuk oleh sub-partikel yang disebut quark.

Dimensi quark yang membentuk proton, yang sedemikian kecil sehingga melampaui kemampuan imajinasi manusia, jauh lebih menakjubkan: 10-18 (0,000000000000000001) meter.

Quark di dalam proton TIDAK akan pernah dapat dipisahkan satu sama lain karena "gaya nuklir kuat", yang menjaga partikel-partikel tetap berada di dalam inti, ilmuwan belum berhasil menyelidiki bagaimana interaksi ini terjadi.

Quark sebagaimana dijelaskan dalam model standard pada fisika partikel, bersama-sama dengan lepton dipercaya sebagai partikel elementer yang membentuk semua materi. Kombinasi beberapa quark membentuk jenis partikel-partikel lain, misalnya partikel berjenis meson yang terdiri dari dua buah quark, partikel berjenis baryon yang terdiri dari tiga jenis quark dan baru-baru ini ditemukan adalah pentaquark yang terdiri dari lima buah quark. Partikel-partikel seperti proton dan neutron termasuk ke dalam jenis baryon, sedangkan elektron bukan tersusun atas quark melainkan sudah merupakan sebuah partikel elementer yang termasuk dalam jenis lepton. Terdapat enam jenis quark yang berbeda. Antipartikel quark disebut antiquark. (diambil dari situs wikipedia)

"Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi TIAP-TIAP sesuatu." (QS. Ath-Thaalaq, 65: 3)

"Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan UKURAN-ukurannya dengan serapi-rapinya." (QS. Al Furqaan, 25: 2)

"Dan SEGALA SESUATU pada sisi-Nya ada UKURANnya. Yang mengetahui semua yang gaib dan yang tampak; Yang Mahabesar lagi Mahatinggi." (QS. Ar-R'ad, 13: 8-9)

"Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung yang Kami tumbuhkan pada-nya segala sesuatu menurut UKURAN." (QS. Al Hijr, 15: 19)


“Hukum Fisika dan tetapan-tetapan angka di dalamnya adalah hukum Allah!”
“We and earth are the dot of universe”

Akhir kata, dengan segala kompleksitasnya, bisa lah kita katakan: atom adalah miniatur galaksi, dan otak manusia adalah miniatur alam semesta.

Maha Suci Allah Pemilik ‘Arsy Yang Agung....


(sumber: e-book Harun Yahya dan situs wikipedia encyclopedia)