Jumat, 24 Februari 2017

TINGKATAN-TINGKATAN SURGA ITU TAK TERHINGGA!

Sebuah pembahasan yang akan sangat menggugah kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan! :)

-------------------------------------------------
"Celaka engkau. Apakah surga itu hanya satu? Sesungguhnya surga itu jumlahnya AMAT BANYAK ...." (H.R. Bukhari)

Surga itu terdiri atas banyak tingkatan dan masing-masing tingkatannya berada di atas tingkatan lainnya. Jarak antar tingkatan sejauh jarak antara langit dan bumi.

*Imam Zuhri ra.: “Penggambaran semacam itu hanyalah sebuah perumpamaan agar dapat dipahami oleh kemampuan akal manusia yang sangat terbatas itu”. M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al Mishbah: “Dalam benak manusia, tidak ada sesuatu yang dapat menggambarkan keluasan melebihi luasnya langit dan bumi, maka untuk menggambarkan betapa luasnya surga, maka Allah memilih kata-kata selebar langit dan bumi” (lihat Q.S. 3: 133 dan 57:21). Apalagi pada masa ketika firman ini turun, pengetahuan tentang alam semesta dan benda-benda angkasa masih sangat minim dan menuai banyak kesalahan. Maka selebar langit dan bumi adalah gambaran paling mungkin walaupun waktu itu luas langit dan bumi pun belum dapat dicapai oleh akal dan pengetahuan.

Rasulullah telah menjelaskan tentang jauhnya jarak antara satu tingkatan dan yang lainnya, di dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa para penghuni surga itu melihat orang-orang yang lebih tinggi tingkatannya dari mereka laksana bintang yang pergi menjauh di langit.

“Sesungguhnya, orang-orang di surga akan melihat orang-orang yang di atas tingkat mereka, bagaikan melihat BINTANG DI LANGIT yang tinggi.” (H.R. Bukhari, Muslim, hadits semisal juga diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi)

“Sesungguhnya penghuni surga benar-benar akan meihat para penghuni kamar yang berada di atas mereka sebagaimana kalian melihat bintang-bintang kejora yang bercahaya yang berada di UFUK TIMUR ATAU BARAT karena perbedaan keutamaan mereka.” (H.R. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Thabrani)
“Sesungguhnya, surga itu mempunyai SERATUS TINGKATAN yang Allah sediakan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Jarak antara satu tingkatan kepada tingkatan lainnya sama seperti jarak antara LANGIT DAN BUMI.” (H.R. Bukhari dalam Shahih-nya)

“Di dalam surga itu terdapat SERATUS TINGKATAN, yang seandainya seluruh alam semesta ini berkumpul di salah satu darinya, sungguh ia akan dapat menampung mereka semua.” (H.R. Ahmad dalam Musnad-nya)

“Lemparkanlah (panahlah), wahai para pembuat senjata. Barang siapa yang bisa mengenai musuh dengan panahnya, niscaya Allah akan meninggikan derajatnya satu tingkat.” Ka’ab berkata, Maka Abdurrahman bin Abi Nahham berkata, “Wahai Rasulullah, derajat apa itu? “ Maka Rasulullah saw. bersabda, “YANG DIMAKSUD DERAJAT ITU bukanlah (seperti) tangga milik ibumu, tapi jarak antara DUA DERAJAT SEPERTI PERJALANAN 100 TAHUN.” (Hadits dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Nasa'i, Ibnu Hibban, 'shahih', hadits tentang jarak perjalanan 100 tahun juga diriwayatkan oleh Tirmidzi)

Dalam hadits yang lain juga disebutkan bahwa jarak antara satu tingkatan dengan yang lain seperti perjalanan 500 tahun, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:

“Di dalam surga itu ada 100 TINGKATAN, jarak antara dua tingkatan seperti perjalanan 500 tahun.” (H.R. Thabrani, 'shahih lighairihi')
*Perbedaan jaraknya bukanlah berarti hadits tersebut bertentangan, akan tetapi karena memang keadaan tingkatan surga itu berbeda-beda tergantung tingkat keutamaan/ketinggian derajatnya.
Ibnu Abbas telah menyebutkan, “Jumlah tingkatan surga itu SANGAT BANYAK. Bisa jadi ia sama dengan jumlah ayat Al-Quran, sebab telah disebutkan di dalam sebuah hadits:

“Dikatakan kepada shahibul Qur’an*, ‘Bacalah dan naiklah (ke tingkatan surga) serta tartilkanlah (bacaanmu) sebagaimana engkau mentartilkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu (di surga) adalah berdasarkan akhir ayat yang kamu baca’.” (Musnad Imam Ahmad. Hadits semisal juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dia berkata, “hasan shahih”, selain itu, hadits dengan makna bahwa naik tingkatan tiap satu ayat juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Baihaqi, dan Hakim.)

*Shahibul Qur’an adalah orang yang hafal Al-Quran dan mengamalkannya, dalam wacana lain, shahibul Qur'an adalah orang-orang yang konsisten dalam membaca dan mengamalkannya.

Oleh karenanya, ‘Aisyah mengatakan, “Jumlah tingkatan surga itu sesuai dengan jumlah ayat Al-Quran. Barang siapa yang masuk surga dari kalangan yang membaca Al-Quran, niscaya tidak ada seorangpun yang lebih tinggi darinya.” (H.R. Imam Ahmad, Baihaqi, Abi Syaibah, Baghowi, Hakim berkata: sanad 'shahih')

Ibnu Hajar mengomentari sabda Nabi, “seratus derajat,” ia berkata, Dalam konteks hadits ini, TIDAK ada penjelasan bahwa jumlah tersebut merupakan jumlah keseluruhan tingkatan surga. Sebab, tidak ada yang menafikan kalau ada tambahan yang lain.

Al-Munawi ra. berkata tentang sabda Nabi saw, “Di dalam surga itu ada seratus derajat”. Hadits tersebut tidak bertentangan dengan hadits yang menunjukkan bahwa tingkatan surga itu lebih dari seratus, sebagaimana yang tertera dalam hadits tentang shahibul Qur’an.

Begitu juga bisa dikumpulkan antara hadits Abu Hurairah dan hadits Abu Musa Al-Asy’ari. Yaitu bisa jadi hadits tentang 100 tingkatan khusus menyebutkan derajat para mujahidin saja, dan itu diperkuat dengan hadits lain dari Abu Hurairah.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda, ‘Barang siapa beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya, mendirikan shalat dan berpuasa Ramadhan, maka adalah sudah menjadi haknya yang menjadi kewajiban bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga, apakah ia berjihad di jalan Allah atau duduk di bumi tempat ia dilahirkan."
Para sahabat bertanya, 'Ya Rasulullah, apa tidak sebaiknya kami memberikan kabar gembira kepada orang-orang?' Beliau kemudian bersabda:

"Sesungguhnya di surga terdapat 100 TINGKATAN (derajat) yang Allah siapkan UNTUK para mujahidin di jalan Allah. Jarak antara 2 derajat seperti jarak antara langit dan bumi ...." (Hadits diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari, dan Tirmidzi)

Adapun jumlah ayat Al-Quran itu lebih dari 6.000 ayat (tepatnya 6.236 ayat). Demikian pula, telah disebutkan di sebagian doa dan dzikir bahwa Allah akan mengganjar orang yang membacanya dengan beratus-ratus dan beribu-ribu pahala pada setiap kali bacaan. Maka, tampaklah bahwa jumlah tingkatan surga itu BANYAK SEKALI hingga mencapai berjuta-juta tingkatan (derajat).” Wallahua’lam.

Nabi bersabda:
“Siapa yang masuk pasar lalu membaca doa: (Laa ilaaha illalaahu, wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khairu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir) ‘Tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah semata, Tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia Mahahidup dan tidak pernah mati, Di Tangan-Nya kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.’ Maka Allah akan menulis baginya sejuta kebaikan, dan menghapus darinya sejuta kejelekan, serta MENGANGKATNYA HINGGA SEJUTA TINGKATAN.” (H.R. At-Tirmidzi, dan dihasankan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’)
Karena tidak ada seorang pun yang tahu tepatnya jumlah tingkatan dan tinggi surga kecuali hanya Allah.

(dirangkum dari buku Al-Istitsmaar Al-Amtsal wa 'Awaa'iduhu yang telah diterjemahkan ke dalam buku RUMUS MASUK SURGA - Cara Cerdas Memilih Amal Untuk Hasil Optimal, hlm.172-174, 177, & 179, dengan tambahan dari buku “MEMESAN KURSI TERTINGGI DI SURGA”, judul asli: Kaifa Tarfa'u Darojataka fi 'l-Jannah, dan referensi tambahan lainnya)
-------------------------------------------------

Penjelasan lanjutan:

Untuk lebih memahaminya agar dikaitkan dengan analisa ke-10 tulisan “ GAMBARAN & ANALISA ALAM SEMESTA (TINGKAT LANJUT)”.

“... Sekiranya dunia seisinya ini diletakkan di atas kunci (gembok) pintu surga itu, maka seperti seekor burung atau sebutir telur di PUNCAK GUNUNG ....” (Hadist dalam Misykaatul Anwaar)

Jika jarak dua tingkatan yang jaraknya sejauh langit dan bumi (dunia) hanyalah diibaratkan seperti sebutir telur dengan gunung, maka dibutuhkan berapa banyak butir telur untuk memenuhi gunung tersebut? Dan jika alam semesta adalah seperti ‘satu titik’ dalam kerajaan-Nya, maka dibutuhkan berapa ‘titik’ untuk memenuhi surga-Nya? Maka telah jelas dengan SEYAKIN-YAKINNYA bahwa tingkatan surga amatlah banyak.

Bahwa yang diketahui pada umumnya adalah ada 8 surga (‘Adn, Ma’wa, Firdaus, Na’im, dll), sehingga pandangannya pun sempit dan berpikiran 8 surga itulah tingkatan surga. PADAHAL, 8 surga itu BUKANLAH tingkatan surga, tetapi merupakan “nama lain surga”, itu pun diketahui jumlahnya lebih dari delapan* (red).

*Dalam buku “SMS DARI SURGA - Kabar Gembira Untuk Calon Penghuni Surga” disebutkan beberapa nama surga, misalnya: Daarus Salaam (negeri penuh keselamatan; Q.S. 6:127, 10:25), Daarul Khuldi (negeri abadi; Q.S. 50:34), Jannatul Khuldi (surga abadi; Q.S. 25:15), Daarul Muqamah (negeri tempat kediaman; Q.S. 35:35), Jannatul Ma'waa (surga tempat tinggal; Q.S. 32:19), Jannatul 'Adn (surga tempat tinggal yang abadi; Q.S. 13:23-24, 61:12), Firdaus (taman/ kebun; Q.S. 23:11), Jannatun Na'iim (surga penuh kenikmatan; Q.S. 56:12), Al Maqaamul Amiin (tempat yang aman; Q.S. 44:51), dan masih banyak lagi nama lainnya seperti Maq'ad Sidq (tempat yang disenangi; Q.S. 54:55), Raudhaatul Jannaah (taman surga; Q.S. 42:22), Raudhah (taman; Q.S. 30:15), Mudkhalan Kariiman (tempat yang mulia; Q.S. 4:31), Husnul Ma'aab (tempat kembali yang baik; Q.S. 3:14), Daarul Aakhirah (negeri akhirat; Q.S. 2:94), Jannatun 'Aaliyatun (surga yang tinggi; Q.S. 69:22), Al Ghurufaatu (tempat-tempat yang tinggi; Q.S. 34:37).

Ada pula riwayat yang menyatakan bahwa itu adalah “macam surga”. Yaitu perbedaan bahan/komposisi pembangunan surga nan agung. Sedangkan Imam Qurthubi berpendapat bahwa nama-nama tersebut bukan untuk membedakan satu surga dengan surga yang lain, tapi hanyalah sebatas sifatnya saja”. Tetapi, yang pasti adalah bahwa telah disebutkan dalam hadits-hadits shahih bahwa tingkatan surga itu SANGAT BANYAK. Bahkan mencapai ‘TAK TERHITUNG’.

“(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah” (Q.S. Ali Imran: 163)

“Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang yang telah mereka kerjakan” (Q.S. Al-Ahqaaf: 19)

“Seandainya neraka tidak mencicipi kita dan kita langsung masuk surga pun, Seberapa PENYESALAN kita (atas amal- amalan sunnah yang telah ditinggalkan) jika hanya menjadi penghuni surga tingkatan (ter)bawah???”


semoga ini bisa menjadi renungan untuk kita semua dan bergegas untuk berlomba-lomba dalam kebaikan :)

Tulisan terkait:

Rabu, 25 Januari 2017

SEJUTA KALI KEINDAHAN DUNIA PUN TAK KAN BISA MENANDINGI KEAGUNGAN SURGA!

Mungkin hadits-hadits, konsep, dan pengetahuan revolusioner berikut belum pernah sampai kepada Anda. Namun, cukuplah untuk membuktikan kebenaran pasti akan judul di atas. Mari kita simak dan renungkan baik-baik :)

“Yaitu dua surga dari perak, bejana-bejana dan SEGALA SESUATU di dalam keduanya dari perak. Dan dua surga dari emas, bejana-bejana dan SEGALA SESUATU di dalam keduanya dari emas ....” (H.R. Bukhari dan Muslim; muttafaq ‘alaih)

Bayangkan! Seperti apa gambaran surga jika ia terbuat dari emas atau perak SEMUANYA? Orang yang bodoh tentu TIDAK akan merasa takjub dengan kiasan ini karena ‘pandangannya’ yang pendek, bahkan mengira akan tinggal dalam sebuah cetakan emas yang berukiran seni. Namun, bukankah SURGA DUNIA yang paling bagus pun pada asalnya juga terbuat dari ‘TANAH’, berikut bejana-bejana, dan segala sesuatu yang ada di dalamnya?

Sebagai perbandingan, coba kumpulkan dan lihatlah gambar-gambar (wallpaper) alam, taman-taman bunga dan buah yang menakjubkan, rumput yang halus menghijau, maupun bangunan-bangunan arsitek megah buatan manusia nan sangat indah di dunia. Lantas bagaimana dengan istana surga super megah buatan Allah dan malaikat-Nya? Lihatlah pula tujuh taman bunga terindah di dunia. Seakan kita ingin berguling-guling di sana. Kita semua begitu terkagum dengan itu. Namun, kekaguman itu tidak ada artinya dengan kekaguman keindahan surga.

Lihatlah pada keindahan ciptaan Allah di dunia ini yang bahan asalnya dari TANAH. Bumi yang hijau, hutan yang lebat, pemandangan yang mempesona, buah-buahan beraneka ragam yang lezat, bagusnya bentuk dan rupa ‘manusia’, hingga bejana-bejana. Bukankah kaca itu asalnya dari pasir yang diluluhkan? Bukankah seluruh bahan tambang berasal dari perut bumi?

Meski demikian, kita masih terpesona dengan keindahan dunia dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, padahal pada umumnya ia diciptakan dari tanah, YANG TIDAK SEDIKIT PUN menyamai sesuatu yang telah diciptakan dari emas dan perak.

Ada hal yang wajib kita ketahui mengenai dua surga ini: emas dan perak surga dan segala sesuatu yang ada di dalamnya tidak serupa dengan keadaan emas dan perak dunia, KECUALI hanya serupa dalam hal NAMA. Semua keindahan dunia itu pada asalnya dari tanah yang telah diolah dan diubah bentuk. Lantas, bagaimana dengan keindahan surga dengan bahan dasarnya ‘emas dan perak surga’ (bukan emas seperti di bumi) yang telah diolah dan diubah sedemikian rupa?

TIDAK ADA di surga sesuatu yang sama seperti yang ada di dunia KECUALI nama-nama orang. (H.R. Ath-Thabrani)

Tempat kaki berpijak di surga akan sangat jauh sekali berbeda dengan bumi. Yang menaungi dan mengelilingi surga pun tidak akan terbayangkan. Semua istana di surga jauh sekali berbeda dengan istana paling megah sedunia. Semua hewan akan sangat berbeda. Semua pepohonan akan sangat berbeda sekali. Akan banyak sesuatu yang tidak pernah ada di bumi menjadi ada dan begitu luar biasa di sana. Akan banyak dzat dan materi baru yang sama sekali belum pernah ada di alam semesta. Begitu pula, emas dan perak dunia tidak sama dengan emas di surga.

Emas dan perak di dunia saja begitu disukai dan diburu oleh manusia. Bahkan jika kita memiliki perhiasan emas seberat 1 kg saja sudah sangat gembira. Padahal emas dan perak dunia ini tidak ada apa-apanya dengan emas dan perak surga. Padahal surga itu terbuat dari emas dan perak semuanya (tergantung ‘macam surga’-nya). Padahal surga itu lebih luas dari langit dan bumi. Padahal kerajaan surga itu ‘sangat banyak’ tingkatannya.

Dengan penjelasan tersebut, maka kebenaran akan hadits berikut 100 % menjadi pasti dan semakin tidak diragukan lagi:

Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Jarak antara GENGGAMAN PANAH dan ujungnya di surga adalah LEBIH BAIK daripada HAMPARAN BUMI yang terkena sinar matahari saat terbit atau tenggelam.” (Muttafaq ‘alaih)
*muttafaq ‘alaih => disepakati atasnya, tidak ada keraguan atasnya, dan tingkat keshahihannya menempati posisi paling tinggi

Bahkan jarak panah pun umumnya tidak mencapai 1 meter (mungkin sekitar 80-90 cm, namun kita bulatkan saja untuk memudahkan perhitungan), hal itu dibandingkan dengan hamparan bumi. Bagian bumi yang terkena sinar matahari tidak lebih dari separuh bumi. Sains menunjukkan (data diambil dari buku FISIKA SMA) bahwa jari-jari bumi adalah 6,38 x 106 m.

Perhitungan:
Keliling bumi (K) = 2 π r = 2 x 3,14 x 6,38 x 106 m = 40.103 km
Sehingga bagian terkena matahari sekitar 20.051 km
Perbandingannya: hamparan sinar matahari / jarak panah = 20.051.000 m / 1 m = 20 JUTA!

Dan ingat hadits tersebut menyatakan, bahwa jarak panah masih lebih baik dari semua itu. Sehingga perbedaan akhirat dengan dunia dapat disimpulkan LEBIH DARI 20 JUTA KALI LIPAT.

Bahwa nilai sebesar itu sekiranya bukanlah hal yang berlebih-lebihan (hiperbola). Bukankah telah dijelaskan pula dalam hadits yang shahih:

"Perumpamaan dunia dengan akhirat tidak lain seperti salah seorang dari kalian mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka lihatlah apa yang dibawa kembali." (H.R. Ibnu Majah, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)

“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam LAUTAN. Maka hendaklah ia melihat APA YANG DIBAWA OLEH JARI tersebut ketika diangkat?” (H.R. Muslim)

*perbandingan yang teramat jauh, satu tetes air dibandingkan dengan volume lautan atau samudera yang begitu luasnya. Hasilnya tentu berjuta-juta hingga milyaran.
**Hadits ini juga dapat bermakna perbandingan luasnya kerajaan surga dengan alam semesta, yang sesuai dengan hadits/riwayat tentang perbandingan tujuh langit vs Kursy vs ‘Arsy:


Riwayat dan penjelasan luasnya kerajaan ‘Arsy dan surga:

“Di dalam surga itu terdapat seratus tingkatan, yang seandainya seluruh alam semesta ini berkumpul di salah satu darinya, sungguh ia akan dapat menampung mereka semua.” (H.R. Ahmad dalam Musnad-nya)

Malaikat Jibril pernah mencoba mengukur panjangnya surga dengan terbang (kita tidak tahu seberapa kecepatan Malaikat Jibril, kemungkinan jauh melebihi kecepatan cahaya, bukankah ia berkali-kali naik turun dari kerajaan-Nya ke bumi untuk menyampaikan wahyu?), satu kali terbang sejauh TIGA PULUH RIBU TAHUN, sampai beberapa kali terbang Malaikat Jibril sudah tidak kuat lagi, kemudian tiba-tiba keluar bidadari menegur Malaikat Jibril, “mengapa bersusah-susah, bahkan untuk melewati HALAMANKU saja engkau belum mencapainya!”, kata bidadari.

Sedangkan tentang ‘Arsy, dalam hadits dari Ibnu ‘Abbas disebutkan bahwa ‘Arsy itu di atas TIGA RATUS ENAM PULUH RIBU tiang, jarak antara masing-masing tiang sejauh perjalanan TIGA RATUS RIBU TAHUN. Kemudian disebutkan bahwa di bawah tiap tiang ‘Arsy terdapat padang luas sebanyak DUA BELAS RIBU, tiap padang seluas antara TIMUR DAN BARAT. Maka, luas ‘Arsy adalah 360.000 x 12.000 = 4.320.000.000 KALI luas timur dan barat (dunia).

Dalam kitab Durratun Nasihin III diterangkan bahwa Ibnu Jarir, Ibnu Mardawih, dan Abu Syaikkhin dari Abu Dzarrin ra berkata; Rasulullah saw. bersabda:

“Hai Abu Dzarrin, langit yang sebanyak tujuh bila dibandingkan dengan KURSY laksana gelang kecil yang terletak di PADANG BELANTARA dan keutamaan ‘ARSY bila dibandingkan dengan Kursy seperti PADANG BELANTARA dengan gelang kecil.”

ALLAHUAKBAR! 1000 x


Sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah:

PERTAMA, nilai jarak panah di surga dapat melebihi 20 juta kali dengan nilai hamparan bumi yang terkena sinar matahari.
KEDUA, ditambah dengan besarnya kerajaan ‘Arsy dan Surga dibanding alam semesta seperti sebuah padang belantara dengan sebuah ‘gelang kecil’.

Hasil akhirnya, nilai ‘Arsy dan surga adalah hasil perkalian dari kedua nilai perbandingan tersebut. Dari sini, terlihat jelas perbedaan keutamaan yang terlampau dan terlampau terlalu jauh antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Dan peringatan mengenai hal ini telah diperingatkan pula oleh Allah dalam firman-Nya: Q.S. Al-An’aam [6]: 32, Q.S. At-Taubah [9]: 38, serta Q.S. Al-‘Ankabuut [29]: 64.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Q.S. Al-An’aam [6]: 32)

“Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (Q.S. At-Taubah [9]: 38)

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Q.S. Al-‘Ankabuut [29]: 64)


Untuk lebih meyakinkan perbandingan nilai kelipatan sebesar itu, perhatikan hal ini:

“... SATU PERMATA di surga itu lebih baik dari DUNIA SEISINYA.” (H.R. Tirmidzi)
*Lihatlah pula bahwa permata surga sangat berbeda dengan permata dunia, bahkan satu permata melebihi dunia seisinya yang mana di dalamnya pun terdapat cukup melimpah permata dunia. Hal ini jelas membuktikan tidak ada sesuatu pun di surga yang sama dengan yang ada di dunia kecuali hanya nama-nama saja, sedangkan substansi/hakikatnya akan sangat berbeda.

“TEMPAT CAMBUK di surga itu lebih baik daripada DUNIA DAN SEGALA ISINYA.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

“... Sungguh TUTUP KEPALA salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada DUNIA DAN SEISINYA.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Perhatikan bagaimana volume sebuah “permata, tempat cambuk, atau kerudung” di surga dibandingkan dengan volume dunia dan segala isinya. Jika dikalkulasi, perbandingannya sudah tentu bahkan akan (jauh) MELEBIHI 20 JUTA KALI LIPAT.

ALLAHUAKBAR! 1000 x


Sungguh benar-benar orang yang sangat merugi dan kurang berpikir apabila tertipu oleh dunia dan melupakan akhirat. Semoga kita tetap istiqomah dan setelah membaca uraian di atas, mari kita segera songsong untuk berlomba-lomba mengejar ampunan dan surga yang lebih luas dari langit dan bumi, karena perdagangan dengan Allah itu tidaklah murah.



(Referensi: HaditsWeb 3.0 – Kumpulan dan Referensi Belajar Hadits, Kitab Hadits Riyadhus Sholihin, Buku RUMUS MASUK SURGA – Cara Cerdas Memilih Amal untuk Hasil Optimal, hlm. 188, dan lainnya, dengan tambahan)

Jumat, 23 Desember 2016

GAMBARAN & ANALISA ALAM SEMESTA (TINGKAT LANJUT)

Pembahasan ini adalah pembahasan inti dan lanjutan dari 2 judul tulisan sebelumnya, yaitu:
Berikut adalah gambaran keseluruhan alam semesta (Advance-Final analysis of “PARTICLE ANALYSIS” & “GALAXY ANALYSIS”); gambaran yang sangat menggetarkan jiwa, agak panjang, mari kita simak dengan seksama :)
Analisa pada tulisan sebelumnya baru sampai pada tingkat ukuran BENDA angkasa yang ukurannya sudah jelas dapat diketahui menggunakan perhitungan astronomi dan alat teropong buatan ‘manusia’ yang ecek-ecek.
“Sesungguhnya kami telah menghias LANGIT YANG TERDEKAT dengan hiasan, yaitu BINTANG-BINTANG.” (Q.S. Ash-Shaaffaat: 6)
Ini menunjukkan bahwa ‘bintang’ berada pada langit yang terdekat. Lantas bagaimana dengan langit tingkat berikutnya hingga capaian langit ke tujuh? Maha Besar Allah. Padahal dengan jangkauan terjauh teknologi tercanggih pun masih dalam area bintang-gemintang.
Selanjutnya bagaimana dengan yang sangat jauh sekali dan tidak pernah terdeteksi oleh alat buatan manusia? Dan yang utama bukan pada benda, tapi analisa pada RUANG semesta.
“Sungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih HEBAT daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Mu’min: 57)

Mari kita lihat fakta-fakta sains berikut (sumber: buku FISIKA SMA):
massa bumi= 6,0 x 1024 kg= 6 triliun x 1 milyar ton (sekitar 100 kali massa bulan)
jari-jari bumi= 6,38 x 106 m= 6.380 km (sehingga keliling bumi [2.π.r] sekitar 40.103 km)
massa matahari= 2,0 x 1030 kg (sekitar 333 RIBU kali massa bumi)
jarak bumi-bulan= 3,8 x 108 m (seperti mengelilingi bumi 9,5 kali)
jarak bumi-matahari= 1,5 x 1011 m= 150 juta km (seperti mengelilingi bumi 3750 KALI!)

Ø  Lantas, bagaimana jarak pluto-matahari???
Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet tata surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km; waktu edar 165 tahun!). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km; di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km; dulunya diklasifikasikan sebagai planet ke-9), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).
Dari data astronomi menunjukkan bahwa jarak Pluto-Matahari berkisar 40 KALI jarak Bumi-Matahari, sedangkan planet kerdil Eris lebih hebat lagi; 67 KALI jarak Bumi-Matahari (67 SA).

Ø  Lantas, berapa jarak diameter tata surya kita???
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali DI LUAR bagian yang TERLUAR.

Awan Oort adalah sebuah massa berukuran raksasa yang terdiri dari bertriliun-triliun objek es, dipercaya merupakan sumber komet berperioda panjang. Awan ini menyelubungi Matahari pada jarak sekitar 50.000 SA (hampir 1 tahun cahaya) sampai sejauh 100.000 SA (1,6 tahun cahaya).

*1 SA (Satuan Astronomi/Astronomic Unit [AU]) = jarak Bumi-Matahari
*Kecepatan cahaya [c]= 3x108 m/s = 300.000 km/s (tepatnya 299.792,5 km/s; SUBHANALLAH, ajaibnya nilai ini dapat TEPAT dihitung berdasarkan informasi pada beberapa ayat Al-Quran, salah satunya menyatakan bahwa “urusan naik kepada-Nya dalam 1 hari yang kadarnya 1000 tahun menurut perhitunganmu”, dihitung dengan konsep Fisika Astronomi umum dengan persamaan c.t = 12.1000.vr.cos α.T).
*1 tahun cahaya = 60 x 60 x 24 x 365 x 300.000 km = 9,5 TRILIUN km (63.333 SA).
*Bagi cahaya untuk MENGELILINGI bumi hanya butuh sekitar t=s/v (40.103 km / 300.000 km/s) = 0,13 DETIK. Maka bisa dibayangkan seberapa jauh 1 tahun cahaya (1 light year [ly]), artinya jarak tempuh cahaya selama 1 tahun! Jawabnya sekitar 237 JUTA KALI MENGELILINGI BUMI atau 31,7 JUTA KALI jarak Bumi-Matahari.
Titik tempat tata surya berakhir dan ruang antar bintang tidaklah persis terdefinisi. Batasan-batasan luar ini terbentuk dari dua gaya tekan yang terpisah: angin matahari dan gravitasi matahari. Batasan terjauh pengaruh angin matahari kira kira berjarak 4 KALI jarak Pluto-Matahari. Heliopause ini disebut sebagai titik permulaan medium antar bintang. Akan tetapi Bola Roche Matahari, jarak efektif pengaruh gravitasi matahari, diperkirakan mencakup sekitar SERIBU KALI lebih jauh jarak Pluto-Matahari.

*Berikut kami kutipkan juga dari buku terkait, hlm. 178:
“Meskipun demikian, sesungguhnya tata surya kita ini ibaratnya hanyalah MOLEKUL yang sangat kecil jika dibandingkan dengan alam semesta yang sangat luas ini; yang melingkupi berjuta-juta galaksi; dan mencakup berjuta-juta tata surya yang semisal dengan tata surya kita.”

Ø  Lantas, berapa jarak diameter sistem galaksi kita???
Tata surya kita terletak di galaksi Bima Sakti, sebuah galaksi spiral yang berdiameter sekitar 100.000 TAHUN CAHAYA dan memiliki setidaknya 200 MILYAR bintang [Tipe-tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil dengan 10 JUTA (107) bintang hingga galaksi raksasa dengan SATU TRILIUN (1012) bintang]. Matahari berlokasi di salah satu lengan spiral galaksi yang disebut Lengan Orion. Letak Matahari berjarak antara 25.000 dan 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi (gugusan bintang Sagitarius A, diduga didalamnya ada black hole), dengan kecepatan orbit mengelilingi pusat galaksi sekitar 2.200 km per detik (karena diameter galaksi terlalu luas, kecepatan sebesar itu masih seperti tak bergerak! Karena cepat tidaknya putaran ditentukan oleh ‘ω’ [lambang kecepatan sudut], bukan pada v (velocity/kecepatan) = r. ω, begitu pula pernyataan bahwa bumi berputar sangat cepat tidaklah benar, kenyataan bumi berputar begitu lambat). Setiap ‘revolusi tata surya’ kita berjangka 225-250 juta tahun. Waktu revolusi ini dikenal sebagai tahun galaksi tata surya.

Sebagai panduan ukuran fisik Bima Sakti, sebagai misal kalau diameternya dijadikan 100m (lapangan sepak bola), tata surya kita, termasuk awan oort, akan berukuran TIDAK LEBIH DARI 1 mm. Bahkan, perhitungan terakhir oleh teleskop VLBA menunjukkan bahwa ukuran Bima Sakti adalah lebih besar dari yang diketahui sebelumnya!

“OUR SOLAR SYSTEM IS THE DOT OF UNIVERSE”; tata surya kita hanyalah noktah tak berarti dalam galaksi Bima Sakti.

Ø  Lantas, berapa jarak bumi kita dengan galaksi terdekat???
Tetangga galaksi spiral’ TERDEKAT, galaksi Andromeda, kabut besar yang berbentuk spiral dan lebih besar daripada galaksi kita, jaraknya ± 2.500.000 tahun cahaya dari galaksi Bima Sakti, the best modern estimate of Andromeda's distance is 2.54 million light years, artinya lebih dari 25 KALI diameter galaksi kita.
[sumber: http://www.universetoday.com/30716/distance-to-andromeda/, banyak wacana juga menyatakan angka sekitar itu)

Ø  Lantas, berapa jarak bentangan gugusan bintang (kumpulan galaksi) kita???
Kebanyakan dari kita hanya mengetahui sampai tingkat galaksi, padahal masih ada beberapa tingkatan yang jauh lebih besar. Kumpulan galaksi disebut cluster, dan kumpulan cluster disebut supercluster. Sebuah cluster dapat berisi puluhan sampai ribuan galaksi. Bima Sakti bersama dengan Andromeda dan lebih dari 50 galaksi lain berada dalam cluster yang dinamakan LOCAL GROUP (diameter=3-4 JUTA tahun cahaya).

Local Group merupakan cluster yang tidak begitu besar, ada cluster yang ukurannya lebih besar bernama Virgo Cluster yang memiliki 2000 galaksi dan merupakan cluster yang paling dekat dengan bumi yaitu berjarak sejauh 54 juta tahun cahaya dan merupakan cluster yang paling dekat dengan raksasa black hole sebagai pusat supercluster kita.

*Coba perhatikan: Elektron berputar mengelilingi inti atom => Bumi berotasi pada porosnya => Bulan berputar mengelilingi bumi => Bumi & bulan bersama planet lain berevolusi mengelilingi Matahari => Matahari & Bumi dalam tata surya kita bersama banyak tata surya lain  berputar mengelilingi Sagitarius A (pusat galaksi yang diduga ada black hole di dalamnya) => Galaksi kita bersama banyak galaksi lainnya berputar mengelilingi Virgo Cluster (pusat cluster yang di dalamnya ada gigantic black hole). Semua ini sesuai dengan Hukum Newton (Hukum Fisika adalah Hukum Allah yang diketahui manusia atas kehendak-Nya*), bahwa ada gaya tarik menarik antar tiap benda (berbanding lurus dengan tingkat massanya) sebesar “F=G.M.m/r2 “.
*coba perhatikan bagian akhir ayat Q.S. Al-Baqarah: 255:

“… dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

ALLAHUAKBAR!

Supercluster dimana tempat Local Group dan Virgo Cluster berada disebut VIRGO SUPERCLUSTER (Local Supercluster), disebut demikian karena berpusat orbit di Cluster Virgo yang mengelilingi black hole, dengan diameter menakjubkan = 110-150 JUTA tahun cahaya).
Adanya perbedaan angka kemungkinan disebabkan karena tingkat akurasi dan semakin majunya teknologi, juga teori pengembangan alam semesta Edwin P. Hubble dalam bukunya yang terkenal “The Expanding Universe” yang sesuai dengan ayat Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Adz-Dzariyaat: 47). Namun yang pasti: galaksi kita merupakan galaksi yang terlalu kecil untuk dibandingkan dengan galaksi lain, misalnya galaksi Andromeda? Atau Makarian (13 kali galaksi Bima Sakti)?

Baru sampai tingkat ini, kesimpulan naik tingkat menjadi “OUR GALAXY, BIMA SAKTI, THAT CONSIST OF MULTIMILLIONS STAR, IS THE DOT OF UNIVERSE!”)

Ø  Lantas, berapa jarak bentangan gugusan bintang yang telah terdeteksi dan ‘terpetakan’???
Allahuakbar! Ternyata analisa masih terus berlanjut! Bahwa di atas supercluster masih ada lagi. Kumpulan supercluster disebut supercluster complex. Nah, Virgo Supercluster tempat galaksi kita berada pada PISCES-CETUS SUPERCLUSTER COMPLEX. Berpuluh-puluh supercluster ditemukan di dalamnya dan telah diberi nama depannya, contoh: Leo, Hercules, Coma, Aquarius, Linx, Sculptor, Draco, Shapley, Caelum, dan masih banyak lagi. Dan, Virgo Supercluster hanya mempunyai massa 1/1000 (seperseribu) dari massa Pisces-Cetus Supercluster Complex! Pisces-Cetus Supercluster Complex yang terdiri dari banyak supercluster terbentang sejauh 1 MILYAR TAHUN CAHAYA!
*Untuk lebih mengetahui gambaran/pemetaan sampai tingkat yang ‘terpetakan’ ini, bahkan sampai milyaran tahun cahaya, Saudara bisa menjelajah dalam situs http://www.atlasoftheuniverse.com.

Ø  Lantas, berapa jarak bentangan alam semesta yang dapat ‘diamati’ di jagad raya???
Kemungkinan terdapat lebih dari 100 MILYAR (1011) GALAKSI pada alam semesta teramati. Sebagian besar galaksi berdiameter 1000 hingga 100.000 PARSEC dan biasanya dipisahkan oleh jarak yang dihitung dalam JUTAAN parsec/megaparsec (contoh: Galaksi NGC 4414, galaksi spiral pada rasi bintang Coma Berenices, berdiameter sekitar 17.000 parsec dan berjarak 20 juta parsec). Astronom memperkirakan terdapat 70 SEKSTILIUN (7×1022) BINTANG pada alam semesta yang teramati. Ini berarti 70 000 000 000 000 000 000 000 bintang, atau 230 miliar kali banyaknya bintang di galaksi Bimasakti yang berjumlah sekitar 300 miliar.
*Parsec (Parallax of one ARc SECond) adalah satuan ukuran jarak yang lebih besar lagi. Paralaks bintang yang besarnya 1 detik busur (1/3600 derajat), disebut 1 parsec. 1 parsec = 3,26 tahun cahaya (31.000 TRILIUN km). [sumber: http://www.fisikawan.com/alam-semesta/mengenal-satuan-satuan-jarak-dalam-astronomi]

Berikut kami kutipkan kembali dari buku terkait, hlm. 178:
“... dan hal itu dengan bantuan alat modern. Para ilmuwan telah menghitung bahwa di dalamnya terdapat SERATUS MILYAR GALAKSI. Seperti galaksi kita ini yang terkenal dengan nama galaksi Bima Sakti; di dalamnya terdapat 200-400 MILYAR BINTANG, sebagai contoh adalah Matahari.”

Ingatlah bahwa Matahari (yang sebesar itu) merupakan bintang yang tergolong sangat kecil dibanding bintang lainnya [ingat kembali judul tulisan sebelumnya“GAMBARAN & ANALISA GALAKSI”: Matahari sebagai bintang hanyalah noktah yang tak berarti]. Jika jumlah bintang saja mencapai 70 sekstiliun dan jumlah galaksi yang diketahui mencapai lebih dari 100 milyar galaksi, BAGAIMANA DENGAN JARAKNYA?!

Dari gambaran di atas sudah agak terbayangkan betapa besarnya alam semesta. Kenyataan, data astronomi menunjukkan bahwa observable uiverse membentang sejauh 93 MILYAR TAHUN CAHAYA (28 milyar parsecs). Wacana lain mengatakan 90 milyar tahun cahaya. Terdapat wacana yang menyatakan nilai selain itu telah disanggah karena adanya sedikit kesalahan konsep.
Sampai tingkat ini, kesimpulan naik tingkat lagi menjadi “VIRGO SUPER CLUSTER, THAT CONSITS OF A GREAT NUMBER OF CLUSTER & GALAXY, IS THE DOT OF UNIVERSE!

Ø  Lantas, berapa jarak bentangan alam semesta yang ‘diperkirakan’???
Allahuakbar! Alam semesta diperkirakan paling sedikit sebesar 250 kali dari alam semesta yang teramati. Sebesar itukah? Maka, “OBSERVABLE UNIVERSE IS THE DOT OF ACTUAL UNIVERSE!

Ø  Lantas, berapa jarak diameter seluruh sistem alam semesta ‘sesungguhnya’???
LAA ILAAHA ILLALLAH ALLAHUAKBAR!

Ø  Final (inti) analysis, analisa Ke-10; analisa yang mungkin belum pernah terlintas dalam benak kita:
Lantas, seberapa luas dan tinggi KERAJAAN AKHIRAT DAN SURGA itu???
Bagaimana bisa? Padahal seluruh alam semesta, langit, dan bumi DAPAT DITAMPUNG hanya dalam 1 tingkatan surga?

“Di dalam surga itu terdapat seratus tingkatan, yang seandainya seluruh alam semesta ini berkumpul di salah satu darinya, sungguh ia akan dapat menampung mereka semua.” (H.R. Ahmad dalam Musnad-nya)

In pun masih belum selesai sampai di sini...

Malaikat Jibril pernah mencoba mengukur panjangnya surga dengan terbang (kita tidak tahu seberapa kecepatan Malaikat Jibril, kemungkinan jauh melebihi kecepatan cahaya, bukankah ia berkali-kali naik turun dari kerajaan-Nya ke bumi untuk menyampaikan wahyu?), satu kali terbang sejauh TIGA PULUH RIBU TAHUN, sampai beberapa kali terbang Malaikat Jibril sudah tidak kuat lagi, kemudian tiba-tiba keluar bidadari menegur Malaikat Jibril, “mengapa bersusah-susah, bahkan untuk melewati HALAMANKU saja engkau belum mencapainya!”, kata bidadari.

Sedangkan tentang ‘Arsy, dalam hadits dari Ibnu ‘Abbas disebutkan bahwa ‘Arsy itu di atas TIGA RATUS ENAM PULUH RIBU tiang, jarak antara masing-masing tiang sejauh perjalanan TIGA RATUS RIBU TAHUN. Kemudian disebutkan bahwa di bawah tiap tiang ‘Arsy terdapat padang luas sebanyak DUA BELAS RIBU, tiap padang seluas antara TIMUR DAN BARAT. Maka, luas ‘Arsy adalah 360.000 x 12.000 = 4.320.000.000 KALI luas timur dan barat (dunia).

Dalam kitab Durratun Nasihin III diterangkan bahwa Ibnu Jarir, Ibnu Mardawih, dan Abu Syaikkhin dari Abu Dzarrin ra berkata; Rasulullah saw. bersabda:

“Hai Abu Dzarrin, langit yang sebanyak tujuh bila dibandingkan dengan KURSY laksana gelang kecil yang terletak di PADANG BELANTARA dan keutamaan ‘ARSY bila dibandingkan dengan Kursy seperti PADANG BELANTARA dengan gelang kecil.”
*“Kursi Allah meliputi (melingkupi) langit dan bumi.” (Q.S. Al-Baqarah: 255)

And at last, we can make a statement; dan akhirnya, kita dapat menyimpulkan: “UNIVERSE IS THE DOT OF  ‘ARSY & HEAVEN KINGDOM” (Wallahua’lam)

ALLAHUAKBAR! 1000 x

*[dengan pembahasan ini, kita bisa lebih menghayati mengapa kalimah ‘Allahuakbar’ menjadi salah 1 dari 4 kalimah yang paling disukai Allah SWT (Al-Hadits)]

Maka, MAHASUCI ALLAH DAN SEGALA PUJI MILIK-NYA, RABB YANG MENGUASAI KERAJAAN ‘ARSY YANG TERAMAT AGUNG.

“Katakanlah, ‘Siapakah Tuhan Yang memiliki LANGIT yang tujuh dan Yang memiliki ‘ARSY yang besar/agung?” (Q.S. Al-Mu’minuun: 86)

“Sungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih HEBAT daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Mu’min: 57)

“Kepunyaan Allah-lah KERAJAAN LANGIT DAN BUMI, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat TANDA-TANDA bagi orang-orang yang BERAKAL, (YAITU) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan MEREKA MEMIKIRKAN TENTANG PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari SIKSA NERAKA.” (Q.S. Ali 'Imran: 189-191)

“Dan Kepunyaan Allah-lah KERAJAAN langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya.  Dan kepada Allah-lah KEMBALI (segala sesuatu).” (Q.S. Al-Maidah: 18)


Penutup
Kita akan merasakan sebuah ‘rasa’ yang sangaat berbeda ketika kita melihat ke langit dan ke alam terbentang setelah memahami “Total Analisa” (Analisa Partikel-Galaksi-Semesta [Tingkat Lanjut]).
*Begitu pula ‘rasa’ yang amat berbeda ketika kita membaca Al-Quran setelah banyak mengetahui rahasia keajaiban-keajaiban di dalamnya.
**Karena memang ayat-ayat kauniyah (ayat yang tampak) lebih bermakna dan lebih merepresentasikan keberadaan dan keagungan Sang Khaliq. Betapa banyak orang masuk Islam lantaran membuka pandangan akan adanya ayat-ayat Allah (tanda-tanda) yang tampak di seluruh penjuru langit dan bumi (Q.S. Fushshilat: 53).
Jadi, sungguh telah jelas dengan ‘seyakin-yakinnya’ bahwa ada Rabb Maha Besar Sang Pengatur dan Penguasa Jagad Raya. Kita hanyalah makhluk yang sangat sangat sangat sangat sangat terlampau kecil dan terlalu amatlah lemah, dari suatu riwayat: bahkan jika mendengar teriakan malaikat maut saja SELURUH MANUSIA akan MATI.

Semoga dengan memahaminya dapat melejitkan iman kita, membuka cakrawala seluas-luasnya & membentangkan pandangan, sebagai “salah satu tips lanjutan rahasia khusyu’ dalam shalat”, serta lebih memperbanyak dzikir dalam berbagai keadaan. Aamiin.

-akhirnya, setelah tulisan ini kita akan mulai memasuki rangkaian pokok-pokok tulisan revolusioner inti, semoga keberkahan dan rahmat dilimpahkan kepada kita serta pembaca sekalian. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.