Jumat, 23 Desember 2016

GAMBARAN & ANALISA ALAM SEMESTA (TINGKAT LANJUT)

Pembahasan ini adalah pembahasan inti dan lanjutan dari 2 judul tulisan sebelumnya, yaitu:
Berikut adalah gambaran keseluruhan alam semesta (Advance-Final analysis of “PARTICLE ANALYSIS” & “GALAXY ANALYSIS”); gambaran yang sangat menggetarkan jiwa, agak panjang, mari kita simak dengan seksama :)
Analisa pada tulisan sebelumnya baru sampai pada tingkat ukuran BENDA angkasa yang ukurannya sudah jelas dapat diketahui menggunakan perhitungan astronomi dan alat teropong buatan ‘manusia’ yang ecek-ecek.
“Sesungguhnya kami telah menghias LANGIT YANG TERDEKAT dengan hiasan, yaitu BINTANG-BINTANG.” (Q.S. Ash-Shaaffaat: 6)
Ini menunjukkan bahwa ‘bintang’ berada pada langit yang terdekat. Lantas bagaimana dengan langit tingkat berikutnya hingga capaian langit ke tujuh? Maha Besar Allah. Padahal dengan jangkauan terjauh teknologi tercanggih pun masih dalam area bintang-gemintang.
Selanjutnya bagaimana dengan yang sangat jauh sekali dan tidak pernah terdeteksi oleh alat buatan manusia? Dan yang utama bukan pada benda, tapi analisa pada RUANG semesta.
“Sungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih HEBAT daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Mu’min: 57)

Mari kita lihat fakta-fakta sains berikut (sumber: buku FISIKA SMA):
massa bumi= 6,0 x 1024 kg= 6 triliun x 1 milyar ton (sekitar 100 kali massa bulan)
jari-jari bumi= 6,38 x 106 m= 6.380 km (sehingga keliling bumi [2.π.r] sekitar 40.103 km)
massa matahari= 2,0 x 1030 kg (sekitar 333 RIBU kali massa bumi)
jarak bumi-bulan= 3,8 x 108 m (seperti mengelilingi bumi 9,5 kali)
jarak bumi-matahari= 1,5 x 1011 m= 150 juta km (seperti mengelilingi bumi 3750 KALI!)

Ø  Lantas, bagaimana jarak pluto-matahari???
Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet tata surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km; waktu edar 165 tahun!). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km; di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km; dulunya diklasifikasikan sebagai planet ke-9), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).
Dari data astronomi menunjukkan bahwa jarak Pluto-Matahari berkisar 40 KALI jarak Bumi-Matahari, sedangkan planet kerdil Eris lebih hebat lagi; 67 KALI jarak Bumi-Matahari (67 SA).

Ø  Lantas, berapa jarak diameter tata surya kita???
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali DI LUAR bagian yang TERLUAR.

Awan Oort adalah sebuah massa berukuran raksasa yang terdiri dari bertriliun-triliun objek es, dipercaya merupakan sumber komet berperioda panjang. Awan ini menyelubungi Matahari pada jarak sekitar 50.000 SA (hampir 1 tahun cahaya) sampai sejauh 100.000 SA (1,6 tahun cahaya).

*1 SA (Satuan Astronomi/Astronomic Unit [AU]) = jarak Bumi-Matahari
*Kecepatan cahaya [c]= 3x108 m/s = 300.000 km/s (tepatnya 299.792,5 km/s; SUBHANALLAH, ajaibnya nilai ini dapat TEPAT dihitung berdasarkan informasi pada beberapa ayat Al-Quran, salah satunya menyatakan bahwa “urusan naik kepada-Nya dalam 1 hari yang kadarnya 1000 tahun menurut perhitunganmu”, dihitung dengan konsep Fisika Astronomi umum dengan persamaan c.t = 12.1000.vr.cos α.T).
*1 tahun cahaya = 60 x 60 x 24 x 365 x 300.000 km = 9,5 TRILIUN km (63.333 SA).
*Bagi cahaya untuk MENGELILINGI bumi hanya butuh sekitar t=s/v (40.103 km / 300.000 km/s) = 0,13 DETIK. Maka bisa dibayangkan seberapa jauh 1 tahun cahaya (1 light year [ly]), artinya jarak tempuh cahaya selama 1 tahun! Jawabnya sekitar 237 JUTA KALI MENGELILINGI BUMI atau 31,7 JUTA KALI jarak Bumi-Matahari.
Titik tempat tata surya berakhir dan ruang antar bintang tidaklah persis terdefinisi. Batasan-batasan luar ini terbentuk dari dua gaya tekan yang terpisah: angin matahari dan gravitasi matahari. Batasan terjauh pengaruh angin matahari kira kira berjarak 4 KALI jarak Pluto-Matahari. Heliopause ini disebut sebagai titik permulaan medium antar bintang. Akan tetapi Bola Roche Matahari, jarak efektif pengaruh gravitasi matahari, diperkirakan mencakup sekitar SERIBU KALI lebih jauh jarak Pluto-Matahari.

*Berikut kami kutipkan juga dari buku terkait, hlm. 178:
“Meskipun demikian, sesungguhnya tata surya kita ini ibaratnya hanyalah MOLEKUL yang sangat kecil jika dibandingkan dengan alam semesta yang sangat luas ini; yang melingkupi berjuta-juta galaksi; dan mencakup berjuta-juta tata surya yang semisal dengan tata surya kita.”

Ø  Lantas, berapa jarak diameter sistem galaksi kita???
Tata surya kita terletak di galaksi Bima Sakti, sebuah galaksi spiral yang berdiameter sekitar 100.000 TAHUN CAHAYA dan memiliki setidaknya 200 MILYAR bintang [Tipe-tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil dengan 10 JUTA (107) bintang hingga galaksi raksasa dengan SATU TRILIUN (1012) bintang]. Matahari berlokasi di salah satu lengan spiral galaksi yang disebut Lengan Orion. Letak Matahari berjarak antara 25.000 dan 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi (gugusan bintang Sagitarius A, diduga didalamnya ada black hole), dengan kecepatan orbit mengelilingi pusat galaksi sekitar 2.200 km per detik (karena diameter galaksi terlalu luas, kecepatan sebesar itu masih seperti tak bergerak! Karena cepat tidaknya putaran ditentukan oleh ‘ω’ [lambang kecepatan sudut], bukan pada v (velocity/kecepatan) = r. ω, begitu pula pernyataan bahwa bumi berputar sangat cepat tidaklah benar, kenyataan bumi berputar begitu lambat). Setiap ‘revolusi tata surya’ kita berjangka 225-250 juta tahun. Waktu revolusi ini dikenal sebagai tahun galaksi tata surya.

Sebagai panduan ukuran fisik Bima Sakti, sebagai misal kalau diameternya dijadikan 100m (lapangan sepak bola), tata surya kita, termasuk awan oort, akan berukuran TIDAK LEBIH DARI 1 mm. Bahkan, perhitungan terakhir oleh teleskop VLBA menunjukkan bahwa ukuran Bima Sakti adalah lebih besar dari yang diketahui sebelumnya!

“OUR SOLAR SYSTEM IS THE DOT OF UNIVERSE”; tata surya kita hanyalah noktah tak berarti dalam galaksi Bima Sakti.

Ø  Lantas, berapa jarak bumi kita dengan galaksi terdekat???
Tetangga galaksi spiral’ TERDEKAT, galaksi Andromeda, kabut besar yang berbentuk spiral dan lebih besar daripada galaksi kita, jaraknya ± 2.500.000 tahun cahaya dari galaksi Bima Sakti, the best modern estimate of Andromeda's distance is 2.54 million light years, artinya lebih dari 25 KALI diameter galaksi kita.
[sumber: http://www.universetoday.com/30716/distance-to-andromeda/, banyak wacana juga menyatakan angka sekitar itu)

Ø  Lantas, berapa jarak bentangan gugusan bintang (kumpulan galaksi) kita???
Kebanyakan dari kita hanya mengetahui sampai tingkat galaksi, padahal masih ada beberapa tingkatan yang jauh lebih besar. Kumpulan galaksi disebut cluster, dan kumpulan cluster disebut supercluster. Sebuah cluster dapat berisi puluhan sampai ribuan galaksi. Bima Sakti bersama dengan Andromeda dan lebih dari 50 galaksi lain berada dalam cluster yang dinamakan LOCAL GROUP (diameter=3-4 JUTA tahun cahaya).

Local Group merupakan cluster yang tidak begitu besar, ada cluster yang ukurannya lebih besar bernama Virgo Cluster yang memiliki 2000 galaksi dan merupakan cluster yang paling dekat dengan bumi yaitu berjarak sejauh 54 juta tahun cahaya dan merupakan cluster yang paling dekat dengan raksasa black hole sebagai pusat supercluster kita.

*Coba perhatikan: Elektron berputar mengelilingi inti atom => Bumi berotasi pada porosnya => Bulan berputar mengelilingi bumi => Bumi & bulan bersama planet lain berevolusi mengelilingi Matahari => Matahari & Bumi dalam tata surya kita bersama banyak tata surya lain  berputar mengelilingi Sagitarius A (pusat galaksi yang diduga ada black hole di dalamnya) => Galaksi kita bersama banyak galaksi lainnya berputar mengelilingi Virgo Cluster (pusat cluster yang di dalamnya ada gigantic black hole). Semua ini sesuai dengan Hukum Newton (Hukum Fisika adalah Hukum Allah yang diketahui manusia atas kehendak-Nya*), bahwa ada gaya tarik menarik antar tiap benda (berbanding lurus dengan tingkat massanya) sebesar “F=G.M.m/r2 “.
*coba perhatikan bagian akhir ayat Q.S. Al-Baqarah: 255:

“… dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

ALLAHUAKBAR!

Supercluster dimana tempat Local Group dan Virgo Cluster berada disebut VIRGO SUPERCLUSTER (Local Supercluster), disebut demikian karena berpusat orbit di Cluster Virgo yang mengelilingi black hole, dengan diameter menakjubkan = 110-150 JUTA tahun cahaya).
Adanya perbedaan angka kemungkinan disebabkan karena tingkat akurasi dan semakin majunya teknologi, juga teori pengembangan alam semesta Edwin P. Hubble dalam bukunya yang terkenal “The Expanding Universe” yang sesuai dengan ayat Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Adz-Dzariyaat: 47). Namun yang pasti: galaksi kita merupakan galaksi yang terlalu kecil untuk dibandingkan dengan galaksi lain, misalnya galaksi Andromeda? Atau Makarian (13 kali galaksi Bima Sakti)?

Baru sampai tingkat ini, kesimpulan naik tingkat menjadi “OUR GALAXY, BIMA SAKTI, THAT CONSIST OF MULTIMILLIONS STAR, IS THE DOT OF UNIVERSE!”)

Ø  Lantas, berapa jarak bentangan gugusan bintang yang telah terdeteksi dan ‘terpetakan’???
Allahuakbar! Ternyata analisa masih terus berlanjut! Bahwa di atas supercluster masih ada lagi. Kumpulan supercluster disebut supercluster complex. Nah, Virgo Supercluster tempat galaksi kita berada pada PISCES-CETUS SUPERCLUSTER COMPLEX. Berpuluh-puluh supercluster ditemukan di dalamnya dan telah diberi nama depannya, contoh: Leo, Hercules, Coma, Aquarius, Linx, Sculptor, Draco, Shapley, Caelum, dan masih banyak lagi. Dan, Virgo Supercluster hanya mempunyai massa 1/1000 (seperseribu) dari massa Pisces-Cetus Supercluster Complex! Pisces-Cetus Supercluster Complex yang terdiri dari banyak supercluster terbentang sejauh 1 MILYAR TAHUN CAHAYA!
*Untuk lebih mengetahui gambaran/pemetaan sampai tingkat yang ‘terpetakan’ ini, bahkan sampai milyaran tahun cahaya, Saudara bisa menjelajah dalam situs http://www.atlasoftheuniverse.com.

Ø  Lantas, berapa jarak bentangan alam semesta yang dapat ‘diamati’ di jagad raya???
Kemungkinan terdapat lebih dari 100 MILYAR (1011) GALAKSI pada alam semesta teramati. Sebagian besar galaksi berdiameter 1000 hingga 100.000 PARSEC dan biasanya dipisahkan oleh jarak yang dihitung dalam JUTAAN parsec/megaparsec (contoh: Galaksi NGC 4414, galaksi spiral pada rasi bintang Coma Berenices, berdiameter sekitar 17.000 parsec dan berjarak 20 juta parsec). Astronom memperkirakan terdapat 70 SEKSTILIUN (7×1022) BINTANG pada alam semesta yang teramati. Ini berarti 70 000 000 000 000 000 000 000 bintang, atau 230 miliar kali banyaknya bintang di galaksi Bimasakti yang berjumlah sekitar 300 miliar.
*Parsec (Parallax of one ARc SECond) adalah satuan ukuran jarak yang lebih besar lagi. Paralaks bintang yang besarnya 1 detik busur (1/3600 derajat), disebut 1 parsec. 1 parsec = 3,26 tahun cahaya (31.000 TRILIUN km). [sumber: http://www.fisikawan.com/alam-semesta/mengenal-satuan-satuan-jarak-dalam-astronomi]

Berikut kami kutipkan kembali dari buku terkait, hlm. 178:
“... dan hal itu dengan bantuan alat modern. Para ilmuwan telah menghitung bahwa di dalamnya terdapat SERATUS MILYAR GALAKSI. Seperti galaksi kita ini yang terkenal dengan nama galaksi Bima Sakti; di dalamnya terdapat 200-400 MILYAR BINTANG, sebagai contoh adalah Matahari.”

Ingatlah bahwa Matahari (yang sebesar itu) merupakan bintang yang tergolong sangat kecil dibanding bintang lainnya [ingat kembali judul tulisan sebelumnya">“GAMBARAN & ANALISA GALAKSI”: Matahari sebagai bintang hanyalah noktah yang tak berarti]. Jika jumlah bintang saja mencapai 70 sekstiliun dan jumlah galaksi yang diketahui mencapai lebih dari 100 milyar galaksi, BAGAIMANA DENGAN JARAKNYA?!

Dari gambaran di atas sudah agak terbayangkan betapa besarnya alam semesta. Kenyataan, data astronomi menunjukkan bahwa observable uiverse membentang sejauh 93 MILYAR TAHUN CAHAYA (28 milyar parsecs). Wacana lain mengatakan 90 milyar tahun cahaya. Terdapat wacana yang menyatakan nilai selain itu telah disanggah karena adanya sedikit kesalahan konsep.
Sampai tingkat ini, kesimpulan naik tingkat lagi menjadi “VIRGO SUPER CLUSTER, THAT CONSITS OF A GREAT NUMBER OF CLUSTER & GALAXY, IS THE DOT OF UNIVERSE!

Ø  Lantas, berapa jarak bentangan alam semesta yang ‘diperkirakan’???
Allahuakbar! Alam semesta diperkirakan paling sedikit sebesar 250 kali dari alam semesta yang teramati. Sebesar itukah? Maka, “OBSERVABLE UNIVERSE IS THE DOT OF ACTUAL UNIVERSE!

Ø  Lantas, berapa jarak diameter seluruh sistem alam semesta ‘sesungguhnya’???
LAA ILAAHA ILLALLAH ALLAHUAKBAR!

Ø  Final (inti) analysis, analisa Ke-10; analisa yang mungkin belum pernah terlintas dalam benak kita:
Lantas, seberapa luas dan tinggi KERAJAAN AKHIRAT DAN SURGA itu???
Bagaimana bisa? Padahal seluruh alam semesta, langit, dan bumi DAPAT DITAMPUNG hanya dalam 1 tingkatan surga?

“Di dalam surga itu terdapat seratus tingkatan, yang seandainya seluruh alam semesta ini berkumpul di salah satu darinya, sungguh ia akan dapat menampung mereka semua.” (H.R. Ahmad dalam Musnad-nya)

In pun masih belum selesai sampai di sini...

Malaikat Jibril pernah mencoba mengukur panjangnya surga dengan terbang (kita tidak tahu seberapa kecepatan Malaikat Jibril, dimungkinkan jauh melebihi kecepatan cahaya atau lebih cepat lagi, dan lebih cepat lagi, bukankah ia berkali-kali naik turun dari kerajaan-Nya ke bumi untuk menyampaikan wahyu?), satu kali terbang sejauh TIGA PULUH RIBU TAHUN, sampai beberapa kali terbang Malaikat Jibril sudah tidak kuat lagi, kemudian tiba-tiba keluar bidadari menegur Malaikat Jibril, “mengapa bersusah-susah, bahkan untuk melewati HALAMANKU saja engkau belum mencapainya!”, kata bidadari.

Sedangkan tentang ‘Arsy, dalam hadits dari Ibnu ‘Abbas disebutkan bahwa ‘Arsy itu di atas TIGA RATUS ENAM PULUH RIBU tiang, jarak antara masing-masing tiang sejauh perjalanan TIGA RATUS RIBU TAHUN. Kemudian disebutkan bahwa di bawah tiap tiang ‘Arsy terdapat padang luas sebanyak DUA BELAS RIBU, tiap padang seluas antara TIMUR DAN BARAT. Maka, 360.000 x 12.000= 4.320.000.000 KALI luas timur dan barat (dunia).

Dalam kitab Durratun Nasihin III diterangkan bahwa Ibnu Jarir, Ibnu Mardawih, dan Abu Syaikkhin dari Abu Dzarrin ra berkata; Rasulullah saw. bersabda:

“Hai Abu Dzarrin, langit yang sebanyak tujuh bila dibandingkan dengan KURSY laksana gelang kecil yang terletak di PADANG BELANTARA dan keutamaan ‘ARSY bila dibandingkan dengan Kursy seperti PADANG BELANTARA dengan gelang kecil.”
*“Kursi Allah meliputi (melingkupi) langit dan bumi.” (Q.S. Al-Baqarah: 255)

And at last, we can make a statement; dan akhirnya, kita dapat menyimpulkan: “UNIVERSE IS THE DOT OF  ‘ARSY & HEAVEN KINGDOM” (Wallahua’lam)

ALLAHUAKBAR! 1000 x

*[dengan pembahasan ini, kita bisa lebih menghayati mengapa kalimah ‘Allahuakbar’ menjadi salah 1 dari 4 kalimah yang paling disukai Allah SWT (Al-Hadits)]

Maka, MAHASUCI ALLAH DAN SEGALA PUJI MILIK-NYA, RABB YANG MENGUASAI KERAJAAN ‘ARSY YANG TERAMAT AGUNG.

“Katakanlah, ‘Siapakah Tuhan Yang memiliki LANGIT yang tujuh dan Yang memiliki ‘ARSY yang besar/agung?” (Q.S. Al-Mu’minuun: 86)

“Sungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih HEBAT daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Mu’min: 57)

“Kepunyaan Allah-lah KERAJAAN LANGIT DAN BUMI, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat TANDA-TANDA bagi orang-orang yang BERAKAL, (YAITU) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan MEREKA MEMIKIRKAN TENTANG PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari SIKSA NERAKA.” (Q.S. Ali 'Imran: 189-191)

“Dan Kepunyaan Allah-lah KERAJAAN langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya.  Dan kepada Allah-lah KEMBALI (segala sesuatu).” (Q.S. Al-Maidah: 18)


Penutup
Kita akan merasakan sebuah ‘rasa’ yang sangaat berbeda ketika kita melihat ke langit dan ke alam terbentang setelah memahami “Total Analisa” (Analisa Partikel-Galaksi-Semesta [Tingkat Lanjut]).
*Begitu pula ‘rasa’ yang amat berbeda ketika kita membaca Al-Quran setelah banyak mengetahui rahasia keajaiban-keajaiban di dalamnya.
**Karena memang ayat-ayat kauniyah (ayat yang tampak) lebih bermakna dan lebih merepresentasikan keberadaan dan keagungan Sang Khaliq. Betapa banyak orang masuk Islam lantaran membuka pandangan akan adanya ayat-ayat Allah (tanda-tanda) yang tampak di seluruh penjuru langit dan bumi (Q.S. Fushshilat: 53).
Jadi, sungguh telah jelas dengan ‘seyakin-yakinnya’ bahwa ada Rabb Maha Besar Sang Pengatur dan Penguasa Jagad Raya. Kita hanyalah makhluk yang sangat sangat sangat sangat sangat terlampau kecil dan terlalu amatlah lemah, dari suatu riwayat: bahkan jika mendengar teriakan malaikat maut saja SELURUH MANUSIA akan MATI.

Semoga dengan memahaminya dapat melejitkan iman kita, membuka cakrawala seluas-luasnya & membentangkan pandangan, sebagai “salah satu tips lanjutan rahasia khusyu’ dalam shalat”, serta lebih memperbanyak dzikir dalam berbagai keadaan. Aamiin.

-akhirnya, setelah tulisan ini kita akan mulai memasuki rangkaian pokok-pokok tulisan inti, semoga keberkahan dan rahmat dilimpahkan kepada kita serta pembaca sekalian. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.