Sabtu, 14 Juli 2012

MENGAPA 19?

Sebagai pembuka, Al-Quran didesain berdasarkan bilangan 19:

Adalah seorang ahli biokimia berkebangsaan Amerika keturunan Mesir dan seorang ilmuan muslim, Dr. Rashad Khalifa yang pertama kali menemukan sistem matematika pada desain Al-Quran. Dia memulai meneliti komposisi matematik dari Al-Quran pada 1968. Setelah beberapa tahun melakukan riset, Dr. Khalifa mempublikasikan temuan-temuan pertamanya dalam sebuah buku berjudul “MIRACLE OF THE QURAN”.

Surah 74 adalah Surah Al-Muddatstsir yang berarti orang yang berselimut (Al-Quran dan Terjemahnya, Depag) dan juga dapat berarti ‘rahasia yang tesembunyi’, yang memang mengandung rahasia Allah mengenai keajaiban Al-Quran. Dalam Surah 74 ayat 30-36 dinyatakan:

(74:30) Di atasnya ADALAH 19.
(74:31) Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka melainkan dari malaikat; dan tidaklah KAMI JADIKAN BILANGAN MEREKA ITU (19) melainkan untuk: jadi cobaan/ ujian/ tes bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "APAKAH YANG DIKEHENDAKI ALLAH DENGAN BILANGAN INI sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan ini tiada lain hanyalah sebuah peringatan bagi manusia.
(74:32) Tidak!* Demi bulan. [*bantahan terhadap orang musyrik yang mengingkari hal itu]
(74:33) Dan demi malam ketika berlalu.
(74:34) Dan demi pagi (shubuh) ketika mulai terang.
(74:35) Sesungguhnya ini (bilangan ini) adalah salah satu dari KEAJAIBAN YANG BESAR.
(74:36) Sebagai peringatan bagi umat manusia.

Sebagian besar ahli tafsir menafsirkan 19 sebagai jumlah malaikat. Menurut Dr. Rashad Khalifa, menafsirkan bilangan 19 sebagai jumlah malaikat adalah tidak tepat karena BAGAIMANA MUNGKIN jumlah malaikat dapat dijadikan untuk ujian/tes bagi orang-orang kafir, untuk meyakinkan orang-orang nasrani dan yahudi, untuk meningkatkan keimanan orang yang telah beriman dan juga untuk menghilangkan keragu-raguan. Jadi, tepatnya bilangan 19 ini merupakan keajaiban yang besar dari Al-Quran sesuai ayat 35 di atas, menurut terjemahan Dr. Rashad Khalifa (dan juga terjemahan beberapa penterjemah lain). Jadi pada ayat 35 kata “innahaa” merujuk pada kata “’iddatun” pada ayat 31.


Tapi Mengapa 19?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, salah satunya Anda harus mengetahui nilai numerik (nilai gematrik) huruf-huruf Arab. Hal itu sudah disampaikan pada kesempatan yang lalu (silakan Anda buka dan hafalkan lagi).
link: NILAI NUMERIC (NILAI GEMATRIA) HURUF-HURUF ARAB

Setelah mengetahui nilai dari setiap huruf Arab, kita dapat menjawab mengapa 19 dipakai sebagai KODE RAHASIA Allah dalam Al-Quran, dan sekaligus dapat digunakan untuk mengungkap banyak sekali keajaiban Al-Quran.

Berikut ‘beberapa hal’ yang dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa 19:

► 19 merupakan nilai numerik dari kata “Waahid” dalam bahasa Arab yang artinya ‘Esa/satu’. Berikut penjelasannya:


Wau= 6
Alif= 1
Ha’= 8
Dal= 4
Jumlah= 19!

► 19 merupakan bilangan positif pertama dan terakhir (1 dan 9), yang dapat diartikan sebagai ‘Yang Pertama dan Yang Terakhir’ seperti yang dikatakan Allah, misalnya, pada Q.S. Al-Hadiid ayat 3 sebagai berikut:

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin*, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS 57:3).

*Yang dimaksud dengan: Yang Awal ialah Yang telah ada sebelum segala sesuatu ada, Yang Akhir ialah Yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, Yang Zhahir ialah Yang nyata adanya karena banyak bukti- buktinya dan Yang Bathin ialah Yang tak dapat digambarkan hikmat zat-Nya oleh akal.

► Kata “Waahid” tersebut, dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 25 kali, dimana 6 diantaranya tidak merujuk pada Allah (seperti salah satu jenis makanan, pintu, dsb).
Sisanya 19 kali merujuk pada Allah. Total jumlah dari (nomor surat + jumlah ayat pada masing-masing surat) dimana 19 kata “waahid” yang merujuk pada Allah adalah 361 = 19 x 19. Jadi 19 melambangkan keesaan Allah (Tuhan Yang Esa).

► Pilar agama Islam yang pertama juga dikodekan dengan 19

“Laa – Ilaha – illa – Allah”

Nilai-nilai numerik dari setiap huruf Arab pada kalimah syahadat di atas adalah dapat ditulis sebagai berikut:

“30 1 – 1 30 5 – 1 30 1 – 1 30 30 5”

Jika susunan angka tersebut ditulis menjadi sebuah bilangan, diperoleh = 30113051301130305 = 19 x … atau merupakan bilangan yang mempunyai kelipatan 19.
Jadi jelaslah bahwa 19 merujuk kepada keesaan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang wajib disembah!


(untuk menguatkan keyakinan dan keimanan akan kebenaran Al-Quran serta keberadaan Sang Khaliq, lebih ‘bersemangat dan istiqomah’ membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Quran)

Sabtu, 30 Juni 2012

DERAJAT TERTINGGI

(Oleh: Ali Said)

Aplikasi kecil dan sederhana penerapan nilai gematrik huruf-huruf Arab:

Salah satu ayat dalam Al-Quran yaitu Q.S. 40:15 (Al-Mu’min ayat 15) menyatakan bahwa Allah adalah pemilik derajat tertinggi. Arti dari ayat tersebut adalah:

“(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (Hari Kiamat)” [QS 40:15]

Pemilik derajat tertinggi dalam ayat tersebut merupakan terjemahan dari kata “Rafii-‘u Ad-darajaat”. Kata “Rafii-‘u” menyatakan ketinggian.

Lihat kembali tulisan yang lalu tentang “nilai numerik huruf Arab”, dan hitung total nilai numerik dari kata “Rafii-‘u” (yang terdiri dari huruf-huruf: Ra, Fa’, Ya’, dan ‘Ain). Anda akan dapatkan total nilai numerik sebesar 360. Dalam matematika 360 merupakan derajat tertinggi. Nilai numerik dari masing-masing huruf dalam kata Rafii-‘u adalah:

Ra = 200
Fa = 80
Ya = 10
‘Ain = 70
______
Total = 360!

Tidak ada kata lain yang pantas kita ucapkan selain SUBHANALLAH...!


-sebagai langkah awal untuk mengungkap keajaiban Al-Quran dan memantapkan keimanan-

Rabu, 20 Juni 2012

NILAI NUMERIC (NILAI GEMATRIA) HURUF-HURUF ARAB

Sepertinya masih sangat kurang jikalau seorang muslim tidak mengerti Al-Jumal. Karena dengan mengerti Al-Jumal, keimanan seseorang dapat meningkat berkali lipat! Berikut kami kutipkan intisari dari 2 situs web (http://alquran.atmonadi.com & http://alisaid.wordpress.com):

Huruf dalam Bahasa Arab disebut Huruf Hijaiyah. Pada zaman Nabi Muhammad ‘belum’ dikenal bilangan/ angka 0,1,2,…,9. Mereka menggunakan huruf-huruf Arab untuk menuliskan bilangan. Nilai masing-masing huruf dinamakan nilai gematria, ini sudah umum digunakan.

Angka yang kita kenal sekarang yaitu (1, 2, 3, dst) sebenarnya dikenal belum lama oleh manusia. Sebelumnya untuk kepentingan perdagangan misalnya orang melakukan penghitungan berdasarkan simbol atau karakter yang merepresentasikan sebuah angka. Dalam sejarah dijumpai beberapa representasi yang berbeda untuk angka-angka atau bilangan dan untuk proses dasar penghitungan. Pada awalnya dijumpai angka-angka yang diucapkan dan angka-angka yang disimbolkan dengan jari tangan (diindikasikan oleh posisi tangan dan jari-jari). Selanjutnya untuk pencatatan secara permanen dan penghitungan diperlukan apa yang disebut sebagai “NUMERAL” yang merupakan sebuah simbol atau karakter yang digunakan untuk mewakili sebuah bilangan.

Kita pasti mengenal betul sistem bilangan Romawi yang masih sangat dikenal pada saat ini, seperti I=1, V=5, X=10, L=50, C=100, D=500 dan M=1000. Misalnya untuk menuliskan 164 disimbolkan dengan CLXIV. Seperti halnya pada sistem bilangan Romawi, sistem bilangan juga dikenal pada huruf-huruf Arab. Bilangan yang ditandai pada setiap huruf dikenal sebagai “nilai numerik (numerical value atau gematrical value)”.

Huruf abjad Arab mempunyai suatu kekhususan dan keunikan, demikian juga huruf-huruf dari kawasan Timur Tengah lainnya, karena selain bermakna sebagai kaidah penyusunan kata dan bahasa, ia dapat menjadi simbol-simbol yang bersifat seni, budaya, bilangan maupun akhirnya menyangkut simbol-simbol spiritual. Bahkan sejatinya, simbolisme huruf telah merupakan suatu hasil dari olah spiritual sebagai pengetahuan tertinggi yang mensintesiskan kaidah pengenalan geometri dan bentuk, bilangan dan akhirnya menjadi huruf, sampai manusia pun mengungkapkan berbagai cerita.

Karena dikembangkan dengan sintesis intuitif dan akal pikiran yang optimum, maka huruf-huruf Arab Hijaiah bukan sekedar huruf semata. Huruf Arab yang mempunyai ciri-ciri geometris dan simbolis dapat mempunyai makna sebagai huruf atau simbol geometris. Misalnya Alif adalah huruf Alif kemudian ia bisa jadi suatu garis atau suatu angka 1 sebagai kelahiran 2 titik menjadi bentuk yang dikenali yang mempunyai makna ganda karena mencakup makna geometris, nilai, dan ungkapan yang dibunyikan dengan suara menjadi “Alif”. Dengan susunan 3 huruf “Alif, Laam, Fa” ketika dihitung berdasarkan huruf dari lafaz pengucapan ia bernilai:
Alif=1, Laam=30, Fa=80 , 1+30+80=111

Tata cara menghitung nilai huruf dalam Bahasa Arab disebut Al-Jumal atau disebut juga Gematria. Al-Jumal huruf Arab, disusun dengan kaidah satuan (9), puluhan (9) , ratusan (9) dan ribuan (1). Susunannya merupakan susunan geometris dalam bujur sangkar 1,9,9,9 dimana kalau kita jumlahkan adalah :
1+9+9+9=28

Hampir setiap muslim telah hafal huruf-huruf Arab, tetapi mungkin hanya segelintir orang yang mengetahui urutan abjad yang sebenarnya. Kalau selama ini kita mengenal abjad Arab dari ALIF sampai YA, itu adalah abjad Arab yang disusun dan dikelompokkan menurut kemiripan bentuknya. Urutan huruf Arab yang sebenarnya adalah dari ALIF sampai GHAIN.

URUTAN ‘abjad Arab sekaligus nilai numeriknya', cukup mudah dihafalkan karena memiliki keunikan: 4-3-4-3 + 4-3-4-3 melalui sebuah syair berikut:

A-BA-JA-DUN HA-WA-ZUN
HA-THO-YA-KUN LA-MA-NUN
SA-NGA-FA-SHUN QO-RO-SYUN
TA-TSA-KHO-DZUN DHO-DHLO-GHUN

Dari syair tersebut diketahui urutannya adalah ALIF, BA. JIM, DAL, HA (untuk kata Arab Huwa), WAU, ZA, HA (untuk kata Arab Hayyun), THO, YA, KAF, LAM, MIM, NUN, SIN, ‘AIN, FA’, SHOD, QOF, RO’, SYIN, TA’, TSA’ (untuk kata Arab Tsa-laa-stah), KHO’, DZAL, DHOD, DHLO (untuk kata Arab Dhluhur), GHOIN. Kita mungkin tidak pernah berfikir bahwa kata abjad diambil dari 4 huruf Arab pertama.

Dengan menguasai Al-Jumal, Anda ke depan akan dapat memahami baik “mathematical miracle” maupun “numerical miracle” dalam Al-Quran.



Atau lebih ringkasnya dapat dihafal melalui tabel berikut:



A=1, BA=2, JA=3, DUN=4 -- HA=5, WA=6, ZUN=7
HA=8, THO=9, YA=10, KUN=20 -- LA=30, MA=40. NUN= 50
SA=60, NGA=70, FA=80, SHUN=90 -- QO=100, RO=200, SYUN= 300
TA=400, TSA=500, KHO=600, DZUN=700 -- DHO=800, DHLO=900, GHUN=1000

Catatan: Huruf Lam-Alif merupakan 1 huruf yang berasal dari 2 huruf yaitu Alif dan Lam sebagai suatu kesatuan. Nilai unifikasi 30+1.

=> Anda juga dapat bermain dengan nilai gematrik ini dengan mencoba menghitungnya pada nama Anda, nama teman, atau saudara Anda yang berasal dari Bahasa Arab.

Akhir kata, “Mathematics is the language in which God wrote the universe (Matematika adalah bahasa yang digunakan Tuhan dalam menuliskan alam semesta ini)” [Galileo (1564-1642 AD)]


-sebagai langkah awal untuk meyakini sekuat-kuatnya, mempedulikan, dan mengamalkannya (Al-Quran)-

Contoh penerapan nilai numerik huruf Arab:
1. DERAJAT TERTINGGI
2. MENGAPA 19?
3. RAHASIA BESAR SURAH PERTAMA AL-QURAN (AL-FAATIHAH)
4. RAHASIA BESAR BESI, SAINS, & Al-QURAN