Sudah barang tentu pembaca yang budiman ingin doanya terkabul dan lebih didengar oleh Allah, maka perhatikanlah....
“Dan sesungguhnya doa itu bermanfaat terhadap apa saja yang telah diturunkan (ketetapan Allah) dan juga sesuatu yang belum diturunkan. Dan tidaklah akan dapat menolak (mengubah) ketetapan (takdir) KECUALI DOA. Karena itu berdoalah kamu.” (H.R. Tirmidzi)
Berdoa sebenarnya boleh dilakukan dalam bahasa apa saja yang kita miliki, namun menggunakan doa yang pernah dipergunakan para Nabi, itu jauh lebih bagus karena doa para Nabi tersusun sangat bagus, halus, teratur.
Kita sebagai orang Indonesia, tentu selain memakai doa dalam bahasa Arab juga memakai doa berbahasa Indonesia. Karena jika hanya doa berbahasa Arab saja, bisa dibilang pelit dalam berdoa. "Allah itu tempat meminta," (Q.S. 112: 2). Berdoa dengan bahasa Indonesia pun boleh, bahkan akan lebih khusyu’ karena langsung pada keinginan kita pribadi. Namun, akan lebih manjur jika caranya dengan diawali dengan tahmid dan shalawat kemudian juga ditutup dengan shalawat dan tahmid:
1. Terlebih dahulu membaca tahmid dan ‘puji-pujian’ kepada Allah, sekurang-kurangnya membaca: “Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin”.
2. Sesudah itu membaca shalawat kepada kekasih sejati Allah (Muhammad saw.), sekurang-kurangnya membaca: “Allaahumma shalli ‘alaa muhammadin wa’alaa aalihi wa shahbihi wa sallim”.
3. Sesudah itu baru membaca doa dalam bahasa Indonesia yang ingin dipanjatkan.
4. Sesudah itu membaca shalawat kembali: “Washallallaahu ‘alaa muhammadin wa’alaa aalihi wa shahbihi wa sallim”.
5. Sesudah itu membaca tahmid (puji-pujian) kembali, misalnya: “Walhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin”.
Lalu doa penutupnya (doa Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam Al-Quran):
“Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim, watub’alainaa innaka antat tawwaa burrahiim”
Artinya: “Ya Tuhan kami, terimalah permohonan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (penggalan Q.S. Al-Baqarah: 127-128)
Bimbingan doa mustajab:
(1) Berkata Imam Nawawi, “SEMUA ulama berpendapat SAMA bahwa sangat disukai (mustajab) memulai sesuatu doa dengan memuji Allah SWT, dan mengucapkan shalawat kepada Nabi saw. Demikian juga ketika menutupnya”.
Dari Syyidina Ali bin Abi Thalib: “Tiap-tiap doa itu masih tertutup, sehingga mengucapkan shalawat kepada Muhammad saw dan keluarga Muhammad”. (H.R. Thabrani)*
*Perhatikan kembali
Dari Fadhalah bin 'Ubaid ra., katanya: "Rasulullah saw. pernah mendengar seseorang yang berdoa dalam shalatnya, tetapi ia tidak mengucapkan puji-pujian kepada Allah Ta'ala dan tidak pula membaca shalawat pada Nabi saw., lalu Rasulullah saw. bersabda: "Tergesa-gesa sekali orang ini," kemudian orang itu dipanggilnya. Nabi saw. lalu bersabda pada orang itu atau pada orang lain juga: "Jikalau seseorang di antara engkau semua hendak berdoa, maka hendaklah memulai dengan mengucapkan puji-pujian kepada Tuhannya yang Maha Suci serta puja-pujaan padaNya, selanjutnya membaca shalawat kepada Nabi saw., seterusnya bolehlah ia berdoa dengan apa yang dikehendaki olehnya." (H.R. Abu Dawud dan Termidzi. Termidzi mengatakan ini adalah “hadist shahih”)
(2) Dengan membaca “Yaa Arhamar Raahimin”
“Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang mewakili-Nya bagi barangsiapa yang berdoa dengan berkata: “Yaa Arhamar Raahimin” (Wahai Yang Maha Pengasih di antara yan pengasih), Maka siapa saja yang menyebutnya TIGA kali, maka menjawablah malaikat itu: “Sesungguhnya Allah Arhamar Raahimin telah (berkenan) mengabulkan permohonanmu. Maka mintalah kepada-Nya”. (H.R. Hakim)
(3) Dengan membaca “Yaa Dzal Jalaali Wal Ikraam”
“Nabi saw mendengar seseorang mendoa dan mengatakan: “Yaa Dzal Jalaali Wal Ikraam” (Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Luhur). Maka beliau bersabda: “Doamu akan dikabulkan. Berdoalah kepada Allah!” (H.R. Tirmidzi)
(4) Dengan membaca Asmaul Husna
“Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu ...” (Q.S. Al-A’raf: 180)
(5) Membaca 5 kalimat tauhid:
“Barang siapa berdoa dengan lima kalimat yang tersebut di bawah ini apa pun permintaannya akan diberi. Kalimat itu ialah:
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru,
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu,
Lahul mulku walahul hamdu,
Wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir,
Laa ilaaha illallaahu wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahi.
(artinya: Tak ada Ilah selain Allah dan Allah Maha Besar, Tiada Ilah selain Allah Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah kerajaan dan bagi-Nyalah pula puji dan puja, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Ilah selain Allah dan tiada daya dan upaya serta tak ada kekuatan selain dengan Allah jua.) [H.R. Thabrani]
Maka hendaknya pembaca yang budiman dan budiwati segera melakukan 5 poin di atas.
Tentu dengan sabar dan sholat, dengan merendahkan suara, dengan rasa takut dan harap, dengan tidak berlebih-lebihan. Dan mohonlah kepada Allah agar dilindungi dari “KENGERIAN TERAMAT SANGAT HARI KIAMAT” dan dari SIKSA AKHIRAT (5 tulisan pokok mengenai siksa neraka).
Bimbingan doa dari ayat suci Al-Quran:
Doa-doa pilihan yang diabadikan di Al-Quran (sudah diurutkan):
> Al-Baqarah, 2:286
> Al-Baqarah, 2:250
> Al-A’raaf, 7:126
> Ali ‘Imraan, 3:147
> Ali ‘Imraan, 3:193-194
> Ali ‘Imraan, 3:8
> Al-A’raaf, 7:23
> Al-Mu’minuun, 23:109
> Al-Kahfi, 18:10
> Al-Furqaan, 25:74
> Al-Baqarah, 2:201
> Al-Baqarah, 2:127-128
> Ash-Shaaffat, 37:180-182.
Lainnya: Al-Hasyr, 59:10.
(silakan untuk dihafal... [+ ‘makna’nya], luangkan waktu sedikiit saja untuk doa sehari-hari)
Sebagai doa sampai ajal tiba, toh ada 3 keutamaan sekaligus [keuntungan ganda] berdasar hadits-hadits Nabi:
(1) Usai shalat fardhu merupakan waktu mustajab,
(2) Para Malaikat mendoakan kita selama kita tetap duduk & tidak berhadats usai shalat,
(3) Mendapat pahala doa sekaligus pahala bacaan Al-Quran minimal 10 kebaikan tiap huruf. Satu lagi, juga keutamaan bacaan Al-Quran dalam keadaan wudhu’.
Yang harus difahami:
Imam Ahmad, Bazzar, Abu Ya’la dengan sanad jayyid telah meriwayatkan sebuah hadits, begitu juga Imam Al-Hakim dan ia mengomentari sanadnya SHAHIH, yaitu hadits dari Al-Khudri ra. bahwa Nabi bersabda: “Tidaklah seorang muslim itu berdoa, yang tidak dicampuri dosa dan dalam keadaan tidak memutuskan tali silaturahmi, melainkan Allah menganugerahi kepadanya salah satu dari tiga hal:
1. Adakalanya doanya langsung dikabulkan.
2. Doanya disimpan sebagai pahala di akhirat.
3. Atau dengan doa tersebut, ia dijauhkan atau dihindarkan dari keburukan atau kecelakaan yang sebanding” (H.R. Ahmad, Bazzar, Abu Ya’la, dan Hakim).
*Pikirkan bahwa nomor 2 itu sangat berarti, nomor 3 adalah keberuntungan yang nyata.
Terkabul pun dibagi 2:
“... Allah memberikannya (memenuhinya), kadang dipercepat dan kadang diperlambat” (H.R. Ahmad dan Hakim).
*Jika diperlambat, tentu akan memperoleh poin nomor 2.
Jadi, “teruslah berdoa, perbanyak, dan jangan putus asa sedikit pun!!!”
Sedangkan tidak terkabul bisa disebabkan karena “kamu meyukai sesuatu, bisa jadi itu buruk bagi kamu” (Q.S. Al-Baqarah: 216). Dan pembaca perlu lebih mengetahui bahwa penyebab doa tertolak tidak hanya sedikit (sehingga poin 1,2, 3 pun jelas tidak diperoleh).
Dan waktu-waktu istimewa untuk berdoa itu banyak (>20), ‘cara berdoa’, dan ada ‘bimbingan doa mustajab’. Manfaatkanlah hal ini, namun tetap berhati-hati terhadap hal-hal penyebab tertolaknya doa.
Maka, revolusilah doa Anda...
(diambil dari Al-Quran terjemah dan poin-poin mudah & penting dari buku “KUMPULAN DOA-DOA MAKBUL – Sebuah Petunjuk dan Contoh-contoh” oleh Chasan Muhammad, hlm. 5-37)
Rangkaian tulisan terkait:
REVOLUSI WUDHU ANDA >> REVOLUSI SHOLAT ANDA/ TIPS RAHASIA KHUSYU’ [2](TIPS DASAR & TIPS LANJUTAN) >> REVOLUSI DOA ANDA
Blog yang berisi pilihan ilmu-ilmu terbaik yang sangat penting dan mendasar NAMUN jarang diketahui umum, sehingga diharapkan dapat merevolusi kita sebagai umat muslim. Dirangkaikan dalam program: [1] Revolusi pandangan (iman), [2] Revolusi amal, (serta revolusi kebahagiaan nantinya). Harap baca 'Pengantar' dan selamat mengikuti...^^
Senin, 23 April 2012
Minggu, 15 April 2012
REVOLUSI WUDHU ANDA!
Ketika membasuh tangan (bersama dengan niat), ‘lupakan’ semua masalah kehidupan dan fokus pada wudhu kita, bersiap untuk mengaktifkan kemampuan pikiran (visualisasi) berikut:
1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, ampunilah dosa mulut dan lidahku ini".
Penjelasan nomor 1: Kita sehari-hari bercakap hal-hal/ benda-benda yang tak berfaedah.
2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, putihkanlah mukaku di akhirat kelak, Janganlah Engkau hitamkan mukaku ini".
Penjelasan nombor 2: Pertama, Ahli surga mukanya putih berseri-seri. Kedua, wudhu adalah identitas umat Nabi Muhammad saw. pada hari Kiamat (kandungan hadits). Berbahaya bagi mereka yang wudhunya asal-asalan. Jika identitas saja tidak punya, mana mungkin memperoleh syafaat Rasulullah saw?! Maka perbaiki/ revolusilah wudhu Anda demi kesucian & keselamatan, sebelum Tuan diwudhukan tetangga.
3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, ampunilah dosa tangan kananku ini dan berikanlah hisab-hisabku di tangan kananku ini".
Penjelasan nombor 3: Mukmin ahli surga diberikan kitab catatan amal di tangan kanan => hisab dengan mudah.
4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, ampunilah dosa tangan kiriku ini dan janganlah Engkau berikan hisab-hisabku di tangan kiriku ini".
Penjelasan nombor 4: Mukmin ahli neraka diberikan kitab catatan amal di tangan kiri => hisabnya amat berat lalu disiksa sampai kurun waktu tertentu. (Orang kafir diberikan kitab catatan amal dari belakang => hisabnya amat sangat berat lalu dihancurkan tanpa batas)
5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, lindungilah aku dari terik matahari di Padang Mahsyar dengan Arsy-Mu".
Penjelasan nombor 5: Panas di Padang Masyar macam matahari sejengkal di atas kepala.
6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, ampunilah dosa telingaku ini".
Penjelasan nombor 6: Sehari-hari mendengar orang mengumpat, gosip, ghibah, memfitnah, dll.
7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan."Ya Allah, ampunilah dosa kaki kananku ini dan permudahkanlah aku melintasi titian Shirath".
Penjelasan nombor 7: Setelah lolos dari hisab pun masih ada penentu lagi. Itu pun akan ada banyak gangguan, kesulitan, dan 'pos-pos pertanyaan' di Shirath. Ada yang melewatinya bagaikan kilat, ada yang bagaikan angin kencang, ada yang bagaikan burung terbang, ada yang bagaikan kuda berlari, ada yang bagaikan orang berjalan, ada yang melewatinya sekitar sehari semalam, ada yang 1 bulan, 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, dan ada pula yang melewatinya sekitar 15.000 tahun dunia. Ada yang langsung tergelincir dan ada yang hampir sampai lalu tergelincir jatuh.
8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, ampunilah dosa kaki kiriku dan akhirnya seluruh tubuhku ini".
Penjelasan nombor 8: Bawalah aku pergi ke masjid-masjid, surau-surau, dan bukan tempat-tempat maksiat. Dan terimalah shalat-shalatku.
Sumber: email sahabat, dengan banyak penambahan.
Abu Hurairah ra. berkata, Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh, umatku akan dipanggil (saat akan dihisab) nanti pada Hari Kiamat dalam keadaan bercahaya di sekitar wajah, tangan, dan kaki karena bekas wudhu. Karena itu, barangsiapa di antara kalian sanggup ‘melebihkan’ batas basuhan wudhunya, maka lakukanlah.” (muttafaq ‘alaih)
*membasuh kaki mendekati/ mencapai lutut
Penting, jangan abaikan membaca doa: Umar bin Khaththab ra. berkata, Nabi saw. brsabda, “Tidak seorang pun di antara kalian yang berwudhu dengan SEMPURNA, lalu mengucapkan, ‘Asyhadu alla ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh’, kecuali dia dibukakan delapan pintu surga. Dia bisa masuk dari manapun yang dia suka.” (H.R. Muslim)
Hadits Riwayat Tirmidzi menyebutkan dengan tambahan, “Allahummaj’alni minat tawwaabiina waj’alni minal mutathohhirin (Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang suci).”
Namun selengkapnya dengan tambahan lagi: Waj’alni min ‘ibaadikasshalihin.
Tulisan terkait:
“JANGAN MAIN-MAIN DENGAN SHOLAT ANDA”
“... dan mereka selalu memelihara shalatnya” (Q.S. Al-An’aam: 92)
Ramai di antara kita yang tidak sadar akan hakikat bahwa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmahnya tersendiri.
Pernah kita terfikir mengapa kita mengambil wudhu' sedemikian rupa?
Pernah kita terfikir segala hikmah yang kita perolehi dalam menghayati Islam?
Pernah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam?
Bersyukurlah dan beristighfar selalu...
Maka, revolusilah wudhu Anda... :)
1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, ampunilah dosa mulut dan lidahku ini".
Penjelasan nomor 1: Kita sehari-hari bercakap hal-hal/ benda-benda yang tak berfaedah.
2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, putihkanlah mukaku di akhirat kelak, Janganlah Engkau hitamkan mukaku ini".
Penjelasan nombor 2: Pertama, Ahli surga mukanya putih berseri-seri. Kedua, wudhu adalah identitas umat Nabi Muhammad saw. pada hari Kiamat (kandungan hadits). Berbahaya bagi mereka yang wudhunya asal-asalan. Jika identitas saja tidak punya, mana mungkin memperoleh syafaat Rasulullah saw?! Maka perbaiki/ revolusilah wudhu Anda demi kesucian & keselamatan, sebelum Tuan diwudhukan tetangga.
3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, ampunilah dosa tangan kananku ini dan berikanlah hisab-hisabku di tangan kananku ini".
Penjelasan nombor 3: Mukmin ahli surga diberikan kitab catatan amal di tangan kanan => hisab dengan mudah.
4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, ampunilah dosa tangan kiriku ini dan janganlah Engkau berikan hisab-hisabku di tangan kiriku ini".
Penjelasan nombor 4: Mukmin ahli neraka diberikan kitab catatan amal di tangan kiri => hisabnya amat berat lalu disiksa sampai kurun waktu tertentu. (Orang kafir diberikan kitab catatan amal dari belakang => hisabnya amat sangat berat lalu dihancurkan tanpa batas)
5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, lindungilah aku dari terik matahari di Padang Mahsyar dengan Arsy-Mu".
Penjelasan nombor 5: Panas di Padang Masyar macam matahari sejengkal di atas kepala.
6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, ampunilah dosa telingaku ini".
Penjelasan nombor 6: Sehari-hari mendengar orang mengumpat, gosip, ghibah, memfitnah, dll.
7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan."Ya Allah, ampunilah dosa kaki kananku ini dan permudahkanlah aku melintasi titian Shirath".
Penjelasan nombor 7: Setelah lolos dari hisab pun masih ada penentu lagi. Itu pun akan ada banyak gangguan, kesulitan, dan 'pos-pos pertanyaan' di Shirath. Ada yang melewatinya bagaikan kilat, ada yang bagaikan angin kencang, ada yang bagaikan burung terbang, ada yang bagaikan kuda berlari, ada yang bagaikan orang berjalan, ada yang melewatinya sekitar sehari semalam, ada yang 1 bulan, 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, dan ada pula yang melewatinya sekitar 15.000 tahun dunia. Ada yang langsung tergelincir dan ada yang hampir sampai lalu tergelincir jatuh.
8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, ampunilah dosa kaki kiriku dan akhirnya seluruh tubuhku ini".
Penjelasan nombor 8: Bawalah aku pergi ke masjid-masjid, surau-surau, dan bukan tempat-tempat maksiat. Dan terimalah shalat-shalatku.
Sumber: email sahabat, dengan banyak penambahan.
Abu Hurairah ra. berkata, Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh, umatku akan dipanggil (saat akan dihisab) nanti pada Hari Kiamat dalam keadaan bercahaya di sekitar wajah, tangan, dan kaki karena bekas wudhu. Karena itu, barangsiapa di antara kalian sanggup ‘melebihkan’ batas basuhan wudhunya, maka lakukanlah.” (muttafaq ‘alaih)
*membasuh kaki mendekati/ mencapai lutut
Penting, jangan abaikan membaca doa: Umar bin Khaththab ra. berkata, Nabi saw. brsabda, “Tidak seorang pun di antara kalian yang berwudhu dengan SEMPURNA, lalu mengucapkan, ‘Asyhadu alla ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh’, kecuali dia dibukakan delapan pintu surga. Dia bisa masuk dari manapun yang dia suka.” (H.R. Muslim)
Hadits Riwayat Tirmidzi menyebutkan dengan tambahan, “Allahummaj’alni minat tawwaabiina waj’alni minal mutathohhirin (Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang suci).”
Namun selengkapnya dengan tambahan lagi: Waj’alni min ‘ibaadikasshalihin.
Tulisan terkait:
“JANGAN MAIN-MAIN DENGAN SHOLAT ANDA”
“... dan mereka selalu memelihara shalatnya” (Q.S. Al-An’aam: 92)
Ramai di antara kita yang tidak sadar akan hakikat bahwa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmahnya tersendiri.
Pernah kita terfikir mengapa kita mengambil wudhu' sedemikian rupa?
Pernah kita terfikir segala hikmah yang kita perolehi dalam menghayati Islam?
Pernah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam?
Bersyukurlah dan beristighfar selalu...
Maka, revolusilah wudhu Anda... :)
Sabtu, 31 Maret 2012
TIPS RAHASIA KHUSYU’ DALAM SHOLAT (INTERMEDIATE)
Pada kesempatan yang dahulu, telah disampaikan tulisan utama mengenai ini. Sudahkah kita menerapkannya??? :)
link: TIPS RAHASIA KHUSYU’ DALAM SHOLAT
Sedikit mengingatkan kembali, tulisan yang lalu yaitu terkait tips rahasia khusyu’ tingkat dasar dimana sholat dilakukan dengan 2 penjuru utama yang terbagi ke dalam 6 penjuru, yaitu: penjuru Allah, Surga, Neraka, Malaikat Raqib, Malaikat ‘Atid, dan penjuru Malaikat Pencabut Nyawa. Dilakukan dengan ‘Total Memory Technique’ untuk memudahkan.
Kali ini akan dibahas lebih lanjut:
Tips rahasia tingkat lanjut berikut berlaku bila kita sholat dalam ‘suasana’/ keadaan sekitar yang tidak tenang atau ada ‘orang lain’/ gangguan/ bunyi. Atau ada orang lain yang berada di area (di dalam ruangan) tempat kita sholat yang mungkin dapat ‘mengalihkan/ memainkan’ perasaan & ‘kemurnian’ sholat. Misal (sekadar contoh):
# Ketika selesai sholat berjamaah di masjid dan kita hendak melakukan SHOLAT SUNNAH namun masih ada orang yang berdzikir/ shalat di dalam masjid tersebut (termasuk untuk shalat tahiyyatul masjid).
# Kita sholat di barisan shaf belakang sehingga mereka yang selesai sholat dan dzikir akan MELEWATI SHAF kita (meskipun jaraknya 5 meter lebih, tetapi pasti melewati shaf kita karena shaf itu dari ujung ke ujung dinding masjid).
# Apapun keadaan jika dimungkinkan ada orang lain di area/ ruangan kita sholat, baik itu di masjid maupun di rumah meskipun tips ini lebih sering digunakan di ‘masjid’.
# Termasuk pula menjadi ‘imam shalat’, terutama jika makmumnya banyak*.
*Dalam jumlah jamaah yang besar (makmum sangat banyak), baik imam maupun makmum sebaiknya memakai tips ini [karena hari Kiamat nanti pun akan dibagi berbaris-baris, tiap baris sepanjang langit dan bumi], untuk jumlah jamaah yang sedang: bersifat optional, dan untuk jumlah jamaah kecil: tetap memakai tips utama)
Pada keadaan tersebut kadang tingkat khusyu’ seseorang menurun. Entah karena kurang tenang, ATAU ada gerakan langkah yang mengganggu, ATAU merasa dilihat, ATAU syetan merampas sholat seseorang sehingga terjebak dalam riya’, ATAU malah memperbagus dan memperlama sholat karena dilihat?
(dalam hal ini termasuk kondisi dimana seseorang menjadi ‘imam shalat’, menjadi imam tidak boleh lama, Nabi MELARANG SANGAT KERAS itu (Al-Hadits), apalagi jika makmumnya terdiri dari berbagai macam kalangan serta usia. Jadi, janganlah sholat kita pada kondisi-kondisi di atas sengaja diperlama. Dan sebaiknya sholat saat kita menjadi imam tidak lebih lama dengan saat kita sholat sendiri [termasuk shalat sunnah].)
Karena pada kondisi-kondisi di atas biasanya menjadi tidak lebih khusyu’ dari kondisi lazim. Maka tips yang terdahulu menjadi ‘berkurang khasiatnya’. Sehingga penulis berpandangan akan lebih baik menggunakan tips berikut:
1. kita sedang berada di Padang Mahsyar, saat dimana seluruh manusia dikumpulkan. Dimana visualisasi didasarkan pada tulisan yang lalu, yaitu “KENGERIAN TERAMAT SANGAT HARI KIAMAT!” (TERMASUK di dalamnya hisab & mizan). Setiap manusia hanya akan memikirkan diri sendiri, tidak akan peduli dengan orang lain. Bahkan hadits menyatakan bahwa saking ngerinya hari Kiamat, manusia yang satu tidak akan ‘melihat’ manusia yang lain (termasuk lawan jenis), PADAHAL waktu itu semua laki-laki dan perempuan dalam keadaan telanjang total. Ada yang duduk maupun berdiri maupun melewati kita tidaklah akan mempedulikan kita. “Semua sibuk dan takut atas urusannya sendiri-sendiri”.
2. Penjuru atas (Allah) selalu berlaku, dan ini yang ‘PALING’ dikuatkan, yaitu Allah berada di depan atas kita dengan sudut elevasi 30ยบ bersama dengan KERAJAAN MALAIKAT-NYA yang siap membuat ‘perhitungan’ dengan kita/ setiap manusia. Sedangkan 5 penjuru yang lain dihapuskan.
3. Dan ditambah 1 lagi penjuru depan lurus, yaitu Surga dan Neraka (neraka tidak lagi di bawah kita) serta sebelum Surga dan Neraka ada area hisab & mizan, dengan jarak sangat jauh 70 tahun cahaya, yaitu bahwa setelah itu akan menempati salah satu dari keduanya (usai hisab & mizan). Surga pada arah mata kanan, Neraka pada arah mata kiri, Hisab & Mizan pada arah lurus namun lebih dekat (membentuk segitiga). Sedikit visualisasikan keadaan ketiganya (hisab, surga, dan siksa).
4. Tetap berpegang pada kaidah utama “Setiap bibir melafazkan bacaan, hati bersamaan melafazkan makna (makna tidak sama dg arti)”, dan memakai teknik visualisasi (otak kanan) pada poin nomor 1-3 di atas.
Contoh aplikasi penggunaaan: Ketika menjadi ma’mum terlambat (dalam jamaah di masjid), memakai ‘tips utama’ saat shalat berjamaah dan selanjutnya setelah imam selesai salam memakai ‘tips intermediate’ untuk melengkapi jumlah rakaat yang tertinggal pun dalam shalat sunnahnya.
InsyaAllah lebih khusyu’... :)
--harap baca ulang dan kuasai demi pemahaman yang utuh, selanjutnya masih dapat lebih luas dikembangkan sendiri ke teknik advance dimana semakin banyak gangguan justru diubah menjadi variabel pendorong semakin khusyu’, kuncinya: memiliki banyak gambaran & memahami “PERJALANAN HIDUP SESUDAH MATI”--
Catatan: Untuk keadaan ‘lazim’, dan saat kita sholat sendirian (munfarid), serta saat menjadi makmum dalam jamaah biasa: tetap memakai tips utama yang terdahulu (6 penjuru dengan Total Memory Technique).
Memang kita pasti menyadari sulitnya untuk khusyu’ secara konstan dari start-finish. Maka dari itu shalat sunnah rowatib menjadi amat sangat penting dan agar tidak meninggalkannya dimana dapat menambal cacatnya shalat fardhu.
Akhir kata, khusyu’ tidak sama dengan lama(a), tapi berlawanan dengan cepat, meski pada kondisi khusus keduanya dapat berjalan beriringan. Dan 2 kata kunci utama selain visualisasi pikiran: relaks & santai.
(untuk membawa perubahan & revolusi sholat setiap insan)
link: TIPS RAHASIA KHUSYU’ DALAM SHOLAT
Sedikit mengingatkan kembali, tulisan yang lalu yaitu terkait tips rahasia khusyu’ tingkat dasar dimana sholat dilakukan dengan 2 penjuru utama yang terbagi ke dalam 6 penjuru, yaitu: penjuru Allah, Surga, Neraka, Malaikat Raqib, Malaikat ‘Atid, dan penjuru Malaikat Pencabut Nyawa. Dilakukan dengan ‘Total Memory Technique’ untuk memudahkan.
Kali ini akan dibahas lebih lanjut:
Tips rahasia tingkat lanjut berikut berlaku bila kita sholat dalam ‘suasana’/ keadaan sekitar yang tidak tenang atau ada ‘orang lain’/ gangguan/ bunyi. Atau ada orang lain yang berada di area (di dalam ruangan) tempat kita sholat yang mungkin dapat ‘mengalihkan/ memainkan’ perasaan & ‘kemurnian’ sholat. Misal (sekadar contoh):
# Ketika selesai sholat berjamaah di masjid dan kita hendak melakukan SHOLAT SUNNAH namun masih ada orang yang berdzikir/ shalat di dalam masjid tersebut (termasuk untuk shalat tahiyyatul masjid).
# Kita sholat di barisan shaf belakang sehingga mereka yang selesai sholat dan dzikir akan MELEWATI SHAF kita (meskipun jaraknya 5 meter lebih, tetapi pasti melewati shaf kita karena shaf itu dari ujung ke ujung dinding masjid).
# Apapun keadaan jika dimungkinkan ada orang lain di area/ ruangan kita sholat, baik itu di masjid maupun di rumah meskipun tips ini lebih sering digunakan di ‘masjid’.
# Termasuk pula menjadi ‘imam shalat’, terutama jika makmumnya banyak*.
*Dalam jumlah jamaah yang besar (makmum sangat banyak), baik imam maupun makmum sebaiknya memakai tips ini [karena hari Kiamat nanti pun akan dibagi berbaris-baris, tiap baris sepanjang langit dan bumi], untuk jumlah jamaah yang sedang: bersifat optional, dan untuk jumlah jamaah kecil: tetap memakai tips utama)
Pada keadaan tersebut kadang tingkat khusyu’ seseorang menurun. Entah karena kurang tenang, ATAU ada gerakan langkah yang mengganggu, ATAU merasa dilihat, ATAU syetan merampas sholat seseorang sehingga terjebak dalam riya’, ATAU malah memperbagus dan memperlama sholat karena dilihat?
(dalam hal ini termasuk kondisi dimana seseorang menjadi ‘imam shalat’, menjadi imam tidak boleh lama, Nabi MELARANG SANGAT KERAS itu (Al-Hadits), apalagi jika makmumnya terdiri dari berbagai macam kalangan serta usia. Jadi, janganlah sholat kita pada kondisi-kondisi di atas sengaja diperlama. Dan sebaiknya sholat saat kita menjadi imam tidak lebih lama dengan saat kita sholat sendiri [termasuk shalat sunnah].)
Karena pada kondisi-kondisi di atas biasanya menjadi tidak lebih khusyu’ dari kondisi lazim. Maka tips yang terdahulu menjadi ‘berkurang khasiatnya’. Sehingga penulis berpandangan akan lebih baik menggunakan tips berikut:
1. kita sedang berada di Padang Mahsyar, saat dimana seluruh manusia dikumpulkan. Dimana visualisasi didasarkan pada tulisan yang lalu, yaitu “KENGERIAN TERAMAT SANGAT HARI KIAMAT!” (TERMASUK di dalamnya hisab & mizan). Setiap manusia hanya akan memikirkan diri sendiri, tidak akan peduli dengan orang lain. Bahkan hadits menyatakan bahwa saking ngerinya hari Kiamat, manusia yang satu tidak akan ‘melihat’ manusia yang lain (termasuk lawan jenis), PADAHAL waktu itu semua laki-laki dan perempuan dalam keadaan telanjang total. Ada yang duduk maupun berdiri maupun melewati kita tidaklah akan mempedulikan kita. “Semua sibuk dan takut atas urusannya sendiri-sendiri”.
2. Penjuru atas (Allah) selalu berlaku, dan ini yang ‘PALING’ dikuatkan, yaitu Allah berada di depan atas kita dengan sudut elevasi 30ยบ bersama dengan KERAJAAN MALAIKAT-NYA yang siap membuat ‘perhitungan’ dengan kita/ setiap manusia. Sedangkan 5 penjuru yang lain dihapuskan.
3. Dan ditambah 1 lagi penjuru depan lurus, yaitu Surga dan Neraka (neraka tidak lagi di bawah kita) serta sebelum Surga dan Neraka ada area hisab & mizan, dengan jarak sangat jauh 70 tahun cahaya, yaitu bahwa setelah itu akan menempati salah satu dari keduanya (usai hisab & mizan). Surga pada arah mata kanan, Neraka pada arah mata kiri, Hisab & Mizan pada arah lurus namun lebih dekat (membentuk segitiga). Sedikit visualisasikan keadaan ketiganya (hisab, surga, dan siksa).
4. Tetap berpegang pada kaidah utama “Setiap bibir melafazkan bacaan, hati bersamaan melafazkan makna (makna tidak sama dg arti)”, dan memakai teknik visualisasi (otak kanan) pada poin nomor 1-3 di atas.
Contoh aplikasi penggunaaan: Ketika menjadi ma’mum terlambat (dalam jamaah di masjid), memakai ‘tips utama’ saat shalat berjamaah dan selanjutnya setelah imam selesai salam memakai ‘tips intermediate’ untuk melengkapi jumlah rakaat yang tertinggal pun dalam shalat sunnahnya.
InsyaAllah lebih khusyu’... :)
--harap baca ulang dan kuasai demi pemahaman yang utuh, selanjutnya masih dapat lebih luas dikembangkan sendiri ke teknik advance dimana semakin banyak gangguan justru diubah menjadi variabel pendorong semakin khusyu’, kuncinya: memiliki banyak gambaran & memahami “PERJALANAN HIDUP SESUDAH MATI”--
Catatan: Untuk keadaan ‘lazim’, dan saat kita sholat sendirian (munfarid), serta saat menjadi makmum dalam jamaah biasa: tetap memakai tips utama yang terdahulu (6 penjuru dengan Total Memory Technique).
Memang kita pasti menyadari sulitnya untuk khusyu’ secara konstan dari start-finish. Maka dari itu shalat sunnah rowatib menjadi amat sangat penting dan agar tidak meninggalkannya dimana dapat menambal cacatnya shalat fardhu.
Akhir kata, khusyu’ tidak sama dengan lama(a), tapi berlawanan dengan cepat, meski pada kondisi khusus keduanya dapat berjalan beriringan. Dan 2 kata kunci utama selain visualisasi pikiran: relaks & santai.
(untuk membawa perubahan & revolusi sholat setiap insan)
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)